BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Lakukan Monitoring dan Evaluasi, Faskes Harus Tingkatkan Kinerja

BPJS Kesehatan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi bersama 107 FKTP mitra BPJS Kesehatan di wilayah Batam.

BPJS Kesehatan Lakukan Monitoring dan Evaluasi, Faskes Harus Tingkatkan Kinerja
ist
BPJS Kesehatan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi bersama 107 FKTP mitra BPJS Kesehatan di wilayah Batam. 

TRIBUNBATAM.id - Sebagai usaha meningkatkan kualitas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi bersama 107 FKTP mitra BPJS Kesehatan di wilayah Batam.

Kegiatan ini berlangsung sejak Rabu 12 September hingga Senin 17/09 kemarin di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam di Batam Centre.

Asfurina selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan mengatakan kegiatan ini dibagi ke dalam 3 (tiga) batch, batch pertama pada hari Rabu diikuti oleh 19 Puskesmas dengan agenda pemberitahuan pencapaian KBK di bulan Juni, Juli, Agustus yang dijadikan dasar eksekusi perhitungan kapitasi di bulan September sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi kinerja Puskesmas selama tahun 2018.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penyampaian materi terkait rujukan online, kepatuhan faskes, administrasi klaim non kapitasi, PRB-MTM, dan HVIS.

“Sebelumnya pertemuan untuk pembahasan ini sudah dilakukan namun ini kita review kembali agar lebih paham.” ungkapnya.

Selain puskesmas kegiatan ini juga diikuti oleh klinik di hari yang berbeda. Sama seperti kegiatan dengan Puskesmas, selain pemaparan terkait materi dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan hasil kinerja klinik sebagai dasar pembayaran kapitasi dengan sistem KBK.

“Untuk wilayah Batam, jumlah klinik dengan sistem KBK berjumlah 36 klinik dari 79 klinik pratama yang ada di Batam.” ungkapnya.

Sistem KBK yaitu pembayaran kapitasi berbasis kompetensi yang mengharuskan setiap klinik untuk dapat mencapai kinerja secara maksimal agar pembayaran kapitasi dapat dibayarkan penuh 100% tanpa dikurangi.

Asfurina mengatakan bahwa jika tidak mencapai hasil maksimal misalnya 1 indikator tidak terpenuhi maka 95% saja yang dibayarkan dari biaya kapitasinya, jika 2 indikator tidak terpenuhi maka yang dibayarkan 92.5%, jika ketiganya tidak dapat terpenuhi maka 90% saja yang dibayarkan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pemaparan hasil kinerja ini dilakukan agar klinik mengetahui hal apa saja yang perlu dilengkapi menjelang eksekusi pembayaran kapitasi sehingga nanti setiap klinik dapat mencapai hasil maksimal yang berujung pada pembayaran kapitasi sebesar 100% di bulan Oktober 2018.

BPJS Kesehatan melakukan monitoring kinerja fasilitas kesehatan tujuannya adalah untuk memastikan kualitas fasilitas kesehatan tetap optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help