BATAM TERKINI

Mangkrak Akibat Tak Lagi Produktif, BP Batam Bakal Evaluasi Lahan Galangan Kapal

BP Batam akan mengevaluasi pemanfaatan lahan peruntukan galangan kapal yang kondisinya tak produktif lagi.

Mangkrak Akibat Tak Lagi Produktif, BP Batam Bakal Evaluasi Lahan Galangan Kapal
tribunnews batam/istimewa
Ilustrasi galangan kapal di Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan evaluasi pemanfaatan lahan peruntukan galangan kapal, yang kini kondisinya tak produktif lagi.

Tidak lain tujuannya untuk meningkatkan investasi di Batam. Ada rencana, lahan itu akan ditawarkan kepada investor baru.

Usaha galangan kapal sempat menjadi tulang punggung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Namun lantaran kondisi galangan kapal yang lesu beberapa tahun terakhir ini, banyak lahan yang akhirnya tak terpakai.

"Kita konsen ke lahan-lahan yang disewa untuk galangan kapal, tapi kemudian tidak beroperasi lagi. Apalagi yang belum pernah dibangun sama sekali. Kita akan bertahap melakukan evaluasi," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Jumat (21/9/2018) di BP Batam.

Baca: INGAT! Sekarang Masih Sosialisasi, Mulai Oktober 2018 Dishub Denda Mobil yang Parkir Sembarangan

Baca: Premium Langka & Susah Dicari di Batuaji dan Sagulung, Ini Penjelasan Pihak SPBU

Baca: Sudah 20 Mobil Diderek Dishub Batam Akibat Parkir Liar. Kenapa Belum Didenda?

Lebih lanjut, Mantan Sekretaris Menko Perekonomian RI mengaku, belum mendapat data terbaru berapa jumlah perusahaan galangan kapal di Batam.

Begitu juga dengan data perusahaan yang masih eksis.

"Informasinya ada di atas 100 perusahaan galangan kapal. Saya belum dapat update-nya," ujarnya.

Karena itu, pihaknya bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan pihak terkait, akan melakukan pendataan jumlah perusahaan galangan kapal di Kota Batam.

Sebelumnya, Lukita mengatakan, untuk meningkatkan investasi di Batam bukanlah hal mudah.

Banyak hambatan di lapangan. Terutama berkaitan dengan masalah lahan.

Mengingat saat ini ketersediaan lahan yang belum dialokasikan BP Batam kepada pihak lain, sangat terbatas.

"Kita kesulitan mencari lahan. Makanya (investor) yang sudah daftar, kita dorong supaya bisa masuk di kawasan industri. Tentunya ada negosiasi dengan pengelola kawasan industri," kata Lukita, beberapa waktu lalu.

Dari informasi yang didapatkan, tahun lalu lebih kurang ada 110 perusahaan galangan kapal di Batam.

Total luas lahan yang ditempati mereka mencapai 10.200 hektare. Namun karena kondisi galangan kapal yang lesu, banyak lahan yang akhirnya tak terpakai lagi. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved