China dan Amerika Serikat Masih Ngotot Perang Dagang, Bisnis Ritel Jadi Sektor Paling Terpuruk

Saling adu otot antara China dan Amerika Serikat (AS) di sektor perdagangan tampaknya tak akan berhenti dalam waktu dekat.

China dan Amerika Serikat Masih Ngotot Perang Dagang, Bisnis Ritel Jadi Sektor Paling Terpuruk
Kontan
ILUSTRASI. Perekonomian - ekspor impor China 

TRIBUNBATAM.id,  JAKARTA - Saling adu otot antara China dan Amerika Serikat (AS) di sektor perdagangan tampaknya tak akan berhenti dalam waktu dekat.

Tak ada tanda-tanda kedua negara terbesar ini akan mengerem perselisihan yang dikhawatirkan bisa mengganggu ekonomi global. 

China, Senin (24/9/2018) menerapkan tarif lebih tinggi atas  60 miliar dolar AS produk impor dari AS.

Beijing yang memutuskan batal bertemu dengan pejabat AS pekan ini, menyebut langkah ini sebagai pembalasan atas aksi AS yang menerapkan tarif baru lebih tinggi juga atas 200 dolar AS produk impor dari China

Setelah menerapkan tarif baru tersebut, China seperti ditulis media lokal Xinhua, menuding AS melakukan perundungan perdagangan dengan mengancam kenaikan tarif ke berbagai negara dan mengintimidasi berbagai negara untuk tunduk pada keinginannya. 

Baca: Gara-gara Komentarnya di Medsos, Pemuda Ini Batal Diterima Jadi Mahasiswa Hunan City University

Baca: Tak Mau Kalah, China Balas Tarif Impor Amerika Serikat dengan Aturan Ini

Baca: Efek Perang Dagang China vs Amerika Serikat, BI Rate Diprediksi Bakal Naik

Tapi, Beijing bersedia melakukan negosiasi lagi dengan Washington.

"Asalkan, negosiasi ini berdasarkan sikap saling menghormati dan menjungjung kesetaraan," tulis Xinhua. 

Ketimbang mengikuti permintaan AS, Presiden China Xi Jinping, menurut Bloomberg sudah menyiapkan langkah stimulus untuk meredam dampak pengetatan impor tersebut terhadap ekonomi China.

Fitch Ratings melihat, perseteruan AS dan China bisa menekan prospek ekonomi global.

"Perang dagang sekarang nyata," kata Kepala Ekonom Fitch Brian Coulton dalam rilisnya.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved