PILPRES 2019

Muncul Situs 'Skandal Sandiaga', Kubu Prabowo-Sandiaga: Itu Fitnah Paling Kejam Jelang Pilpres

Dahnil mengatakan, Badan Pemenagan Nasional Prabowo-Sandiaga menagih janji Polri yang akan menindak tegas penyebaran hoaks di Pilpres 2019

Muncul Situs 'Skandal Sandiaga', Kubu Prabowo-Sandiaga: Itu Fitnah Paling Kejam Jelang Pilpres
KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, Sandiaga difitnah terkait munculnya situs "skandal sandiaga".

Situs tersebut menyebar informasi yang menyerang Sandiaga.

"Tidak benar itu. Itu fitnah paling kejam jelang pilpres," kata Dahnil saat dihubungi, Selasa (25/9/2018).

Baca: Sempat Viral di Medsos, Polisi Akhirnya Amankan Mobil yang Diduga Melansir Premium

Baca: Disebut Ada Penampakan Saat Shooting Film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur, Begini Reaksi Luna Maya

Baca: Mendadak Diserang, Aan Sempat Melawan Sebelum Terkapar Kena 4 Tusukan Pisau

"Yang jelas fitnah. Bang Sandi itu tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu. Sejak awal beliau itu memahami konsekuensi ketika beliau berhadapan dengan petahana dan kemudian orang-orang yang tidak suka terhadap beliau pasti akan memproduksi fitnah-fitnah itu," lanjut dia.

Hal senada disampaikan anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon.

Fadli menyebut, situs itu dibuat oleh pusat hoaks nasional. Namun, saat ditanya apa yang dimaksud dengan pusat hoaks nasional, Fadli tak menjawab.

"Ya, kita kan udah tahu itu. Kita semua tahu siapa itu pusat hoaks nasional. Yang gitu-gitu pasti kan pusat hoaks nasional yang buat tuh," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Baca: Polisi Musnahkan Barang Bukti, Dua Tersangka Ikut Aduk Sabu Senilai Rp 1 Miliar dalam Air Panas

Baca: Kepala BP Batam Hadiri Perayaan HUT ke-16 Provinsi Kepri

Saat ditanya apakah akan melaporkan situs tersebut kepada polisi, Dahnil menjawab, tak akan melakukannya lantaran penyebaran hoaks merupakan delik umum, bukan aduan.

Dengan demikian, kata Dahnil, polisi semestinya langsung menyelidiki situs itu tanpa perlu adanya aduan dari masyarakat.

Dahnil mengatakan, Badan Pemenagan Nasional Prabowo-Sandiaga menagih janji Polri yang akan menindak tegas penyebaran hoaks di Pilpres 2019.

"Karena kan pihak kepolisian melalui divisi siber crime-nya sudah bisa dengan mudah mengungkap. Misalnya, dulu akun akun atau pihak-pihak yang menebar hoaks," ucap dia.

"Nah, ini sekarang saya menagih polisi untuk segera mengungkap model-model fitnah dan hoax seperti ini. Jangan sampai kemudian sekadar retorika antihoaks segala macam tetapi kemudian kalau itu menimpa oposisi, ya santai-santai saja tidak diselesaikan sesegera mungkin," ujar Dahnil. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kubu Prabowo-Sandi: Situs Skandal Sandiaga Fitnah Paling Kejam" 

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved