CPNS 2018

Wakil Walikota Batam : Jangan Tergiur Tawaran Janji Pasti Lulus CPNS

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengimbau masyarakat yang tertarik ikut tes CPNS, agar tak tergiur dengan tawaran pasti lulus CPNS.

Wakil Walikota Batam : Jangan Tergiur Tawaran Janji Pasti Lulus CPNS
Istimewa
Ilustrasi Penipuan dengan iming-iming PNS 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengimbau masyarakat yang tertarik ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), agar tak tergiur dengan tawaran menjanjikan pasti lulus CPNS.

Mengingat pendaftaran CPNS secara online akan dibuka mulai 26 September ini.

Saking pentingnya imbauan itu, Amsakar sampai mengulang kalimatnya dua kali.

"Kalau ada agenda masuk PNS dengan sogok. Jangan pernah dipercaya. Kalau ada tawaran menggiurkan, jangan pernah percaya," kata Amsakar, Selasa (25/9) usai kegiatan di Swiss belHotel Harbour Bay.

Ia mengurai alasannya. Karena negara sudah memastikan tak ada rupiah dalam penerimaan CPNS.

Malah Amsakar menilai, jika model seperti itu masih dilakukan, kemungkinan besar tak lulus.

"Kalau tertarik, daftar mana yang berminat, dan bersungguh-sungguhlah ikut. Kompetensi penerimaan CPNS ini murni. Karena pakai sistem komputer, CAT," ujarnya.

Baca: Bacaleg Tak Lengkapi NPWP, Parpol Harus Tanggung Sanksi

Baca: Besok Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai, Simak Alur dan Syarat yang Harus Diunggah ke sscn.bkn.go.id

Baca: CPNS 2018 - Rabu Besok Dibuka, Pendaftaran di sscn.bkn.go.id, Lakukan 3 Tahap Ini Sebelum Daftar

Sebelumnya diberitakan, dari informasi yang beredar, ada beberapa formasi CPNS yang dibuka untuk tingkat Provinsi Kepri.

Di antaranya, untuk guru seni budaya ahli pertama-formasi khusus disabilitas sebanyak satu orang, sedangkan untuk formasi umum yakni sebanyak 99 orang tenaga guru, 62 orang tenaga kesehatan, dan 30 orang tenaga teknis. Total keseluruhan 192 orang.

Sedangkan untuk Batam, dibutuhkan sebanyak 363 orang.

Dengan formasi khusus eks TH-K2 sebanyak tujuh orang untuk tenaga guru.

Formasi lulusan terbaik berpredikat cumlaude sebanyak 17 orang. Mencakup untuk guru, dokter, perawat, analis dan penelaah.

Formasi penyandang disabilitas dibutuhkan sebanyak dua orang.

Masing-masing untuk penguji laboratorium tanah, aspal dan beton, pranata laboratorium kesehatan terampil.

Kemudian formasi umum, terdiri dari dari 190 orang untuk tenaga guru, tenaga kesehatan sebanyak 120 orang, dan tenaga teknis sebanyak 27 orang. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help