Jelang Pemilu, Harga Domain Website Jokowimaruf.com dan Prabowosandi.com Tembus Miliaran Rupiah

Tak tanggung-tanggung, domain tersebut dijual dengan harga mencapai masing-masing Rp 2 Milyar dan Rp 1 Milyar

Jelang Pemilu, Harga Domain Website Jokowimaruf.com dan Prabowosandi.com Tembus Miliaran Rupiah
MARKETING LAND
Saat ini ada sekitar 1,3 juta nama domain baru yang terdaftar di internet. Data itu merupakan angka per kuartal pertama 2017 

TRIBUNBATAM.id - Melihat perkembangan penggunaan internet di Indonesia yang mencapai 54 persen menjadikan bisnis penyedia domain berlomba-lomba membuat domain strategis untuk memperoleh harga yang fantastis.

Dicontohkan oleh Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster, perusahaan yang menaungi produksi domain, server dan web-hosting di Indonesia menjelaskan harga domain sejak pengumuman pasangan capres-cawapres lalu meningkat drastis.

Bahkan telah muncul sebuah domain yang menamakan pasangan keduanya, yakni domain jokowimaruf.com dan prabowosandi.com. Kini domain tersebut dibanderol dengan harga yang fantastis.

 "Tak tanggung-tanggung, domain tersebut dijual dengan harga mencapai masing-masing Rp 2 Milyar dan Rp 1 Milyar," katanya kepada Tribunjogja.com, Rabu (26/9/2018).

Ade melanjutkan, diketahui domain jokowimaruf.com dimiliki oleh Aditya Murti asal Purwokerto, sedangkan pemilik domain prabowosandi.com adalah Muhammad Sigit Saputro asal Jakarta.

Keduanya, lanjut Ade, menyebut bahwa pembuatan domain tersebut merupakan inisiatif pribadi untuk mengamankan alamat domain tersebut dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan merugikan salah satu pasangan calon.

Munculnya harga yang fantastis tersebut tak lepas dari perhatian para kandidat politik yang mulai melirik dunia digital maupun internet.

Penyampaian ide, visi dan misi calon baik presiden maupun calon legislatif melalui online nampaknya menjadi sebuah strategi baru untuk meraih suara dari pemilih milenial.

Kampanye online oleh kandidat pun dapat dilakukan melakukan beragam media seperti memasang iklan di laman media online, memaksimalkan akun media sosial untuk berinteraksi dengan warga, membuat website pribadi, hingga membuat video di kanal YouTube.

Selain itu, Ade menilai, kampanye online relatif lebih terukur, target kampanye bisa disesuaikan, dan pastinya sesuai dengan perkembangan teknologi dan komunikasi era digital saat ini.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved