BATAM TERKINI

Pedagang Tolak Relokasi, Walikota Batam : Kalau Saya Punya Tanah Sudah Selesai, Saya Saja Mengemis!

PKL Pasar Induk mengaku bersedia direlokasi asalkan tempat dan pengelolanya harus jelas. Ini jawaban Walikota Batam.

Pedagang Tolak Relokasi, Walikota Batam : Kalau Saya Punya Tanah Sudah Selesai, Saya Saja Mengemis!
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Lokasi baru yang rencananya akan menjadi tempat relokasi para pedagang dari pasar induk Jodoh 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Induk mengaku bersedia direlokasi asalkan tempat dan pengelolanya harus jelas.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan relokasi tersebut hanya bersifat sementara sembari menunggu selesainya revitalisasi Pasar Induk.

"Kenapa sementara? Soalnya kita bakal dipindahkan kembali ke Pasar Induk tersebut setelah kita bangun. Kalau saya berani pindahkan, saya berani balikkan ke Pasar Induk itu," ujar Rudi di Gedung DPRD kota Batam, Rabu (26/9/2018).

Diakuinya untuk merevitalisasi Pasar Induk tidak menggunakan APBD, melainkan diambil dari APBN.

Salah satu persyaratan agar anggaran tersebut dicairkan yaitu, area Pasar Induk tersebut harus sudah bersih. Oleh sebab itu tim terpadu harus segera melakukan penertiban.

Baca: Ditinggal Cuci Piring, Handphone Raib Digondol Maling. Korban : Padahal Pintu Dikunci

Baca: Konflik Tembok Tutup Rumah Tetangga di Jombang, Seger Siap Bongkar Tembok Asal Syarat Ini Dipenuhi

Baca: Syahrini Berduka, Kakaknya Meninggal Dunia Tersengat Listrik Tegangan Tinggi. Begini Kronologinya!

"Kita meminta pada Menteri Perindag, untuk membantu membangun Pasar Induk Ini. Salah satu syaratnya harus clear dan clean tak ada bangunan. Karena masih ada, uangnya tak dikasih. Takut dikasih, tapi nanti jadi tak selesai. Makanya kita pindahkan dulu baru menghadap lagi sama pak Menteri," paparnya.

Pemko Batam tidak memiliki lahan di dekat Pasar Induk, sehingga harus menggunakan lahan swasta. BP Batam hanya menyerahkan lahan Pasar Induk tersebut kepada Pemko Batam.

"Kalau saya punya tanah udah selesai semuanya. Saya saja mengemis," katanya.

Rudi menambahkan jika para PKL tersebut menginginkan hitam di atas putih atau surat perjanjian, Pemko Batam tetap bersedia. Asalkan data sesuai dengan data PKL yang lama.

"Jadi tidak ada penambahan-penambahan lagi," tegasnya.

Diakuinya para PKL tersebut akan diajak kembali duduk bersama. Sehingga aspirasi yang PKL inginkan bisa disampaikan kembali.

Perihal waktu deadline untuk membersihkan area Pasar Induk tersebut Rudi enggan menjawabnya. Ia belum mengetahui waktu yang pasti. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved