Stanislav Petrov, Pria yang Selamatkan Dunia dari Perang Nuklir

Bagi sebagian besar warga dunia mungkin tidak menyadari 26 September 1983 perang nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet nyaris pecah

Stanislav Petrov, Pria yang Selamatkan Dunia dari Perang Nuklir
(Wikipedia)
Letnan Kolonel Stanislav Petrov 

TRIBUNBATAM.id - Bagi sebagian besar warga dunia mungkin tidak menyadari 26 September 1983 perang nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet nyaris pecah.

Kehancuran dunia tak terjadi berkat keberanian satu orang dialah Letnan Kolonel Stanislav Yevgarovich Petrov yang bertugas di unit pertahanan udara militer Uni Soviet.

Petrov kemudian dikenal sebagai the man who saved the world atau orang yang menyelamatkan dunia.

Sebelum mengenal sosok Stanislav Petrov ada baiknya kita melihat kondisi dunia yang saat itu berada di puncak Perang Dingin.

Insiden ini menjadi buntut semakin buruknya hubungan Amerika Serikat dan Uni Soviet terutama setelah negeri komunis itu menggelar 14 misil nuklir SS-20/RSD-10.

Langkah Uni Soviet ini kemudian memicu NATO mengambil keputusan "Double-Track" yang diambil pada Desember 1979.

Lewat kebijakan ini NATO menawarkan adanya pembatasan persenjataan balistik kepada Pakta Warsama yang dimotori Uni Soviet.

Namun, di saat yang sama NATO juga menggelar misil nuklir Pershing II di Eropa Barat dengan kemampuan menghantam sasaran di Ukraina, Belarus atau Lithuania dalam waktu hanya 10 menit.

Selain itu, NATO juga menyiagakan misil penjelajah BGM-109G yang memiliki daya jangkau lebih jauh untuk menghantam sasaran potensial di wilayah timur Eropa.

Pada pertengahan Februari 1981 hingga 1983, sejumlah operasi psikologis dilakukan Amerika Serikat untuk menguji kelemahan radar Uni Soviet sekaligus memamerkan kemampuan nuklir AS.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved