Stanislav Petrov, Pria yang Selamatkan Dunia dari Perang Nuklir

Bagi sebagian besar warga dunia mungkin tidak menyadari 26 September 1983 perang nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet nyaris pecah

Stanislav Petrov, Pria yang Selamatkan Dunia dari Perang Nuklir
(Wikipedia)
Letnan Kolonel Stanislav Petrov 

Hal lain yang menjadi pertimbangan Petrov adalah teknologi satelit di masa itu belum terlalu dapat diandalkan. Alhasil, Petrov menganggap peringatan tersebut sebagai sebuah kesalahan.

Tidak ada catatan jelas apakah Petrov melaporkan hal tersebut ke atasannya setelah menyimpulkan peringatan tersebut salah. Kesimpulan Petrov soal adanya kesalahan sistem peringatan terbukti karena tak ada satu pun misil yang menghantam Uni Soviet.

Namun, kemudian komputer medeteksi adanya empat misil lain yang semuanya mengarah ke Uni Soviet. Petrov menduga sistem komputer kembali salah meski dia tak memiliki cara untuk memastikannya. Sementara, radar darat yang dimiliki Uni Soviet tidak mampu mendeteksi misil yang masih berada jauh dari cakrawala.

Belakangan diketahui peringatan tersebut dipicu kejadian langka di mana sinar matahari yang menembus awan berada sejajar dengan orbit satelit Molniya. Meski sempat dipuji karena mengambil keputusan yang benar,

Petrov tetap menjalani pemeriksaan terkait langkah yang diambilnya itu. Jenderal Yury Votintsev, komandan Unit Pertahanan Udara Uni Soviet, menjadi orang pertama yang mendengar laporan Petrov terkait insiden itu. Petrov sendiri mengaku Votintsev awalnya memuji keputusannya dan menjanjikan sebuah penghargaan.

Namun, militer mempermasalahkan kelalaian Petrov dalam mengisi laporan tertulis dan tidak memaparkan peristiwa itu dalam catatan harian militer. Petrov akhirnya tidak mendapatkan penghargaan dari militer karena insiden itu dan kesalahan sistem deteksi dini itu memalukan para petinggi militer dan ilmuwan yang merancang sistem itu.

Sehingga, jika Petrov diberi penghargaan maka para perancang sistem itu harus dijatuhi hukuman. Militer kemudian memindahkan Petrov ke unit yang kurang penting sebelum mengundurkan diri dari ketentaraan setahun kemudian.

Kisah heroik Petrov ini akhirnya terdengar dunia. Pada 21 Mei 2004, Asosiasi Warga Dunia di San Francisco memberpikan World Citizen Award berama sebuah trofi dan uang tunai 1.000 dolar AS. Pada Januari 2006, Petrov pergi ke Amerika Serikat dan menerima penghargaan di markas besar PBB di New York.

Usai menerima penghargaan Petrov bertemu dengan jurnalis Walter Cronkite di studio CBS di New York. Hasil dari wawancara itu kemudian menjadi bahan pembuatan film dokumenter The Who Saved the World yang diproduksi pada 2012. Stanislav Petrov meninggal dunia pada 19 Mei 2017 di kota Frazino, Rusia dalam usia 77 tahun.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved