TANJUNGPINANG TERKINI

Meninggal karena Bunuh Diri, Ahli Waris Yudhi Tetap Terima Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Ahli waris Yudhi Meidiansyah, pegawai honorer Disperindag Tanjungpinang yang bunuh diri, akan tetap terima klaim BPJS.

Meninggal karena Bunuh Diri, Ahli Waris Yudhi Tetap Terima Klaim BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUNPEKANBARU
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Ahli waris Yudhi Meidiansyah, pegawai honorer di Disperindag Tanjungpinang yang tewas dengan tali melilit di lehernya, Kamis (21/9/2018) lalu tetap akan menerima klaim dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang Hj Rini Suryani melalui Humasnya Giardi Utama mengatakan kelengkapan berkasnya sedang diurus oleh pihak Disperindag Tanjungpinang.

BPJS Ketenagakerjaan juga sedang mengecek kasus kebenaran ahli waris terlebih dahulu.

Berhubung istri almarhum baru melahirkan dan masih terbawa suasana berduka maka BPJS Ketenagakerjaan masih menunggu.

"Tapi itu kita jamin karena dia adalah peserta aktif kita. Saya lupa namanya. Yang jelas uang jaminannya Rp 24 juta," sebut Giardi kepada TRIBUNBATAM.id pada Kamis (27/9/2018).

Baca: Ahli Waris Sudah Tua, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim Tjhe Kia Siang Lewat Layanan Pick Me Up

Baca: Tak Miliki Tiket Pertandingan, Diduga Begini Cara 8 Pelaku Pengeroyok Haringga Lolos Masuk Stadion

Baca: Selama Proses Penerimaan CPNS 2018 Tim Saber Pungli Turun Langsung ke Lapangan

Teka-teki kematian Yudhi sempat didalami Polres Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjung Pinang, AKP Dwihatmoko mengatakan sebelum ditemukan tewas dengan tali melilit di lehernya, Yudhi beberapa kali sempat coba bunuh diri.

Kendatipun BPJS Ketenagakerjaan menjamin peserta yang meninggal karena bunuh diri atau cacat karena mencoba bunuh diri, BPJS Kesehatan justru menolak memberikan jaminan.

Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta pada BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang Wan Effi Yulisna menegaskan BPJS Kesehatan tidak menjamin peserta yang bunuh diri. Sebab, peserta tersebut sudah meninggal.

Tidak cuma itu, BPJS Kesehatan juga bahkan tidak memberikan jaminan kepada peserta yang coba membunuh diri.

"Karena dalam agama apa pun, hal itu dilarang," ungkap Wan Effi kepada TRIBUNBATAM.id.

Wan Effi menambahkan, selain itu BPJS Kesehatan pun tidak menjamin peserta tidak mengikuti prosedur pelayanan kesehatan, pengobatan di luar negeri, invertilisasi, kecelakaan kerja yang sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Upaya untuk merias diri semisal pemasangan kawat gigi tidak ditanggung pula oleh BPJS Kesehatan. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved