BATAM TERKINI

Nilai Uang Kerohiman Sei Gong Bertambah, BP Batam Sosialisasi Revisi SK Gubernur Kepri

Hari ini kami berikan sosialisasi sesuai dengan perbaikan yang ada. Mengapa dilakukan perbaikan? Karena terdapat perbedaan klasifikasi perhitungan

Nilai Uang Kerohiman Sei Gong Bertambah, BP Batam Sosialisasi Revisi SK Gubernur Kepri
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Mayjend TNI Eko Budi Supriyanto saat melakukan sosialisasi Surat Keputusan Gubernur Kepri Nomor 1039 Tahun 2018 terkait perubahan Nilai Uang Kerohiman Sei Gong Bertambah, Kamis (27/9/2018) bertempat di Balairung Sari BP Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Nilai uang kerohiman sebagai dampak pembangunan bendungan Sei Gong di Galang mengalami perubahan.

Menyikapi hal itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar sosialisasi Surat Keputusan Gubernur Kepri Nomor 1039 Tahun 2018 terkait perubahan tersebut, Kamis (27/9/2018) bertempat di Balairung Sari BP Batam.

Sebelumnya, aturan terkait pemberian uang kerohiman ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Kepri Nomor 567 Tahun 2018

Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Mayjend TNI Eko Budi Supriyanto mengatakan, salah satu poin utama dilakukan revisi, yakni perbedaan klasifikasi survei lapangan yang sudah dilakukan sebelumnya pada akhir 2017.

"Hari ini kami berikan sosialisasi sesuai dengan perbaikan yang ada. Mengapa dilakukan perbaikan? Karena terdapat perbedaan klasifikasi perhitungan antara Tim Penyiapan Data Pendataan Lahan (PDPL) dan Tim Appraisal," kata Eko dalam rilis Humas BP Batam yang diterima Tribun.

Baca: Parkir Sembarangan, 40 Kendaraan Diderek Dishub Batam, Ini Sanksinya

Baca: Ciptakan Iklim Investasi Sehat, Kepala BP Batam Temui Kapolda Kepri Minta Dukungan

Baca: Belum Diketahui Penyebab Motor dan Pengendara Terbakar, Tapi Ada Anting-anting di Telinga Korban

Ia melanjutkan, Tim PDPL BP Batam selama ini menghitung tanaman warga Sei Gong dengan klasifikasi tanaman kecil, sedang, dan besar.

Sedangkan Tim Appraisal menghitung tanaman dengan klasifikasi tanaman yang baru ditanam, tanaman yang belum menghasilkan, tanaman yang sudah menghasilkan, serta tanaman yang sudah menghasilkan namun kurang terawat.

Dengan kedua perbedaan ini, Tim PDPL dan Tim Appraisal sepakat melakukan perpaduan. Sehingga tanaman-tanaman yang masuk dalam perhitungan Tim Appraisal hanya tanaman-tanaman besar saja.

Dengan pertimbangan tanaman tersebut sudah termasuk dalam kategori tanaman yang menghasilkan.

Tim PDPL dan Tim Appraisal juga sepakat semua tanaman masyarakat Sei Gong dihitung dan dihargai. Sebagai hasil dari kesepakatan tersebut, terjadi kenaikan biaya uang kerohiman untuk warga Sei Gong. Sehingga diadakan perubahan SK Gubernur Provinsi Kepri.

“Bagi bapak, ibu yang sudah mengambil dana kerohiman dan terjadi penambahan anggaran, maka kekurangan yang belum bapak, ibu terima, silahkan diambil sesuai perhitungan yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Begitu juga bagi dana kerohiman yang belum diambil pasca tenggat waktu yang disepakati, maka akan dikonsinyasi di Pengadilan Tinggi Negeri Batam.

Eko berharap, lewat sosialisasi itu dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat Sei Gong. Termasuk dengan dana kerohiman yang sudah dianggarkan pemerintah, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Kegiatan sosialisasi dihadiri Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, perwakilan Polda Kepri, perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri, dan masyarakat Sei Gong. (*/wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved