PILPRES 2019

Demokrat Sebut NasDem Gunakan Kejaksaan untuk Politik: Elite NasDem Tepis Tudingan

Perpindahan kader, tokoh politik merupakan konsekuensi logis dari demokrasi terbuka. Tokoh politik akan terus mencari tempat yang nyaman

Demokrat Sebut NasDem Gunakan Kejaksaan untuk Politik: Elite NasDem Tepis Tudingan
para elite Nasdem 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Ketua DPP Nasdem Willy Aditya menyikapi rilis sekjen partai Demokrat Hinja IP Pandjaitan terkait pindahnya ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara GS Vicky Lumentut ke Partai NasDem karena persoalan hukum di Kejaksaan.

Willy Aditya menegaskan tidak benar tudingan Partai Demokrat tersebut.

“Perpindahan kader, tokoh politik merupakan konsekuensi logis dari demokrasi terbuka. Tokoh politik akan terus mencari tempat yang paling nyaman untuk memberikan kerja terbaiknya. Kader pindah itu dialami semua partai bukan hanya demokrat jadi jangan terlalu lebai. NasDem juga mengalami hal sama," tepis Willy Aditya, dalam keterangannya, Jumat (28/9/2018).

Baca: Prabowo Subianto Tentang Isu Politik Dua Kaki Demokrat: Terserah Anda, Mau Goreng ke Mana

Baca: 10 Artis Daftar Jadi Caleg Nasdem di Jawa Barat, Begini Alasan Artis Dimaksud

Baca: Tampil Milenial, TKN Jokowi - Maruf Amin Luncurkan Kaus #01

Lebih lanjut, Willy Aditya juga menyayangkan gaya komunikasi Wasekjen Demokrat, Andi Arief dan kader Demokrat lainnya di twitter yang mengatakan perpindahan tersebut karena tekanan kasus hukum di Kejaksaan.

Dia tegaskan, NasDem tidak menggunakan Jaksa Agung untuk kepentingan politik.

“Kita tidak pernah mencampuri persoalan hukum tokoh politik. Di NasDem jika ada kader yang jadi TSK kita minta mundur atau dipecat."

"Jadi kita juga tidak akan menerima orang-orang bermasalah karena itu bisa menjadi beban partai,” tegasnya.

Willy Aditya menilai cuitan dan tudingan tersebut disebabkan Demokrat kalut, banyak kader yang tidak sejalan dengan DPP pada pemilu mendatang.

Jadi persoalan ini menurut dia, ada di internal Demokrat sendiri dalam menghadapi pemilu yang semakin dekat.

Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) memberhentikan secara tidak hormat kadernya yang menjadi Walikota Manado dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara GS Vicky Lumentut (GSVL).

Halaman
12
Editor: Purwoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved