Anambas Terkini

Angka Perceraian di Kabupaten Anambas Terus Meningkat. Ternyata Ini Pemicu Permasalahannya

Angka perceraian di Anambas cenderung mengalami peningkatan Data dari Pengadilan Agama terdapat peningkatan menjadi 66 kasus pada tahun 2017

Angka Perceraian di Kabupaten Anambas Terus Meningkat. Ternyata Ini Pemicu Permasalahannya
doadankajianislami.com
Ilustrasi perceraian 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Angka perceraian di Anambas cenderung mengalami peningkatan. Data dari Pengadilan Agama Kelas II Tarempa menyebutkan, terdapat 63 kasus percerian pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 66 kasus pada tahun 2017.

Sementara, untuk tahun 2018 tercatat sebanyak 70 kasus perceraian.

Baca: Sule Bantah Alasan Perceraian yang Diajukan Lina. Pengacara: Ada Alasan Lain yang Tak Bisa Dibuka

Baca: Sidang Perceraian Berlanjut, Pengacara Sule Sebut Siap Datang untuk Mediasi

Baca: Kabar Perceraiannya Beredar di Medsos, David Beckham dan Victoria Langsung Berikan Bantahannya

Fahri Arrozi S.Ag Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kelas II Tarempa mengatakan, dari tujuh puluh kasus yang masuk ini, mayoritas diantaranya sudah selesai dan telah dikeluarkan putusan.

Tak hanya usia lima puluh tahunan, berkas yang masuk untuk mengajukan perceraian diakuinya juga masuk pada pernikahan dengan umur pasangan yang berusia dua puluh tahun.

"Usia pernikahannya rata-rata di atas lima tahun. Secara presentase berdasarkan data terakhir yang masuk, delapan puluh persen merupakan perceraian. Baik itu gugat maupun talak," ujarnya saat ditemui sejumlah awak media Rabu (3/10/2018).

Ia menjelaskan, faktor ketidakcocokan antar pasangan hingga masalah ekonomi menjadi hal yang paling sering menjadi alasan sehingga mendaftarkan perceraian ke pengadilan agama.

Mayoritas yang mendaftarkan perceraian ini, merupakan masyarakat biasa meskipun ada yang berasal dari kalangan pegawai. "Untuk PNS secara presentase tidak sampai sepuluh kasus," ungkapnya.

Ia mengatakan, meski pengajuan cerai cenderung mengalami peningkatan, namun upaya untuk melakukan rujuk dari pengadilan cenderung mengalami peningkatan setelah dilakukan mediasi.

Upaya mediasi, diakuinya menjadi upaya yang dikedepankan pihak pengadilan agar pasangan bisa berpikir jernih dan membatalkan gugatan perceraiannya.

"Banyak juga pasangan yang membatalkan setelah dilakukan mediasi," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved