ANAMBAS TERKINI

Dijanjikan Rp 10 Juta, Korban Angin Kencang di Siantan Masih Belum Terima

Rumah milik Bisman dan Tri RT 006/RW 002 sebelumnya sempat tumbang ke laut akibat dihantam badai, Sabtu (8/9/2018).

Dijanjikan Rp 10 Juta, Korban Angin Kencang di Siantan Masih Belum Terima
screenshot video
Ilustrasi. Rumah warga rusak diterjang badai di Anambas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Bantuan keuangan dari Pemerintah Daerah terhadap warga Desa Kiabu ‎yang rumahnya mengalami musibah masih dalam proses.

Camat Siantan Selatan Awaluddin mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Kepala Desa untuk mengurus proses itu.

"Saat ini sedang proses. Saya sudah perintahkan Kepala Desa untuk mengurus hal itu," ujarnya Rabu (3/10/2018).
Ia mengatakan, ‎rumah jatuh ke laut karena terkena angin kencang itu, posisinya saat ini sudah dibongkar.

Rumah milik Bisman dan Tri RT 006/RW 002 sebelumnya sempat tumbang ke laut akibat dihantam badai, Sabtu (8/9/2018).

Saat kejadian, tidak ada korban jiwa dari musibah itu. Selain rumah yang belum dihuni, rumah tersebut masih berupa atap dan lantai saja.

Baca: Diminta DPRD Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Begini Jawaban Nurdin Basirun

Baca: Tak Digubris saat Ajak Duel, Pria Ini Ayunkan Parang ke Tubuh Korbannya

Baca: KPU Batam Deklarasikan Pembentukan Forum Pemutakhiran Daftar Pemilih

"Posisi rumah informasinya sudah dibongkar," ungkapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, politik dan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas ‎Ekodesi Amrialdi mengatakan, proses bantuan keuangan untuk pemilik rumah yang mengalami musibah sudah sampai ke keuangan.

Dalam kesepakatan antara pemilik rumah, Kepala Desa dan Bupati Anambas diketahui kalau besaran bantuan yang diberikan sebesar sepuluh juta rupiah.

"Saat ini sedang dalam proses. Sebelumnya memang dibuat proposal sebagai dasar untuk pengajuan bantuan itu. Besaran angka itu pun, juga sudah kesepakatan bersama," ungkapnya.

Ia mengatakan, pemberian bantuan keuangan untuk warga Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan itu berasal dari APBD murni tahun anggaran 2018.

Ia tidak mengelak, solusi lain dengan memberikan bantuan pada Perubahan APBD tahun anggaran 2018, coba dilakukan karena pos alokasi dana untuk penanggulangan bencana daerah pada APBD murni tidak mencukupi.

Besaran bantuan untuk kategori rusak total berupa uang tunai sebesar dua puluh juta Rupiah. ‎"Penganggarannya menggunakan pos pada APBD murni ini," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved