KARIMUN TERKINI

Dinkes Karimun Evaluasi Penyaluran Vaksin MR, Ini Penyebabnya 

MUI telah membolehkan dan mendukung pelaksanaannya. Tapi orang-orang yang tidak setuju dan menyebarkan berita hoaks

Dinkes Karimun Evaluasi Penyaluran Vaksin MR, Ini Penyebabnya 
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Kadis Kesehatan Karimun, Rachmadi apat evaluasi program imunisasi MR di Puskesmas Tanjungbalai, Kamis (4/10/2018) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN-Meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memperbolehkan vaksin Measles Rubella (MR) dengan hukum darurat, namun belum bisa membuat seluruh orangtua menerima anaknya diimunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi menjelaskan masyarakat menjadi terpengaruh oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan isu kehalalan vaksin MR.

"MUI telah membolehkan dan mendukung pelaksanaannya. Tapi orang-orang yang tidak setuju dan menyebarkan berita hoaks. Diantaranya menyampaikan efek samping vaksin yang sebenarnya bukan itu," katanya, usai rapat evaluasi kampanye MR di Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Kamis (4/10/2018).

Rachmadi menyampaikan saat ini dari target 95 persen anak di Karimun yang diimunisasi MR, baru sekitar 46 persen pencapaiannya. Isu-isu yang disebarkan tersebut sangat mempengaruhi masyarakat yang menjadi ragu.

"Faktor haram itu memang dimanfaatkan oleh segelintir orang tertentu," tuturnya.

Baca: Udin Ragukan APBD Sanggup Bayar Tambahan Tenaga Honorer

Baca: KPK Beri Pengarahan Optimalisasi Pajak Daerah ke Wajib Pajak, Dorong Pengusaha Gunakan Tapping Box

Baca: Pelamar Serbu Kantor Kominfo Anambas, Manfaatkan Internet Daftar CPNS

Dalam evaluasi tersebut diketahui dari laporan-laporan tim pokja vaksin mendatangi sekolah-sekolah mendapatkan penolakan dari beberapa orang tua.

Diharapkan Rachmadi masyarakat dapat memahami dan segera melakukan imunisasi agar potensi penyakit MR bisa dicegah. Pasalnya untuk penyakit rubella sudah banyak ditemukan di Kabupaten Karimun.

"Selama masa pelaksaan program imunisasi MR ini kita menemukan ada lebih dari lima orang yang ditemukan menderita rubella. Di Kecamatan Belat ada tiga, Tebing satu orang dan Karimun satu orang. Kita memang harus lakukan pencegahan," paparnya.

Meskipun tidak memberikan target lagi, namun Rachmadi mengimbau kepada puskesmas-puskesmas untuk memaksimalkan sosialisasi MR yang bertujuan menyehatkan anak bangsa.

"Meskipun memang ada yang menyinggung kehalalan dalam vaksin ini tapi MUI telah memperbolehkan dengan hukum darurat. Karena belum ada obat pengganti lain, selain vaksin ini," tambahnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved