BATAM TERKINI

Calon Investor Ikut Tender Pengelolaan Air Dam Tembesi Bertambah, Ini Jumlahnya

"Masing-masing menawarkan keunggulannya. Tapi tetap syarat utama wajib dipenuhi. Kalau ada produk unggulan, itu sebagai nilai tambah saja," kata Eko

Calon Investor Ikut Tender Pengelolaan Air Dam Tembesi Bertambah, Ini Jumlahnya
ist
Waduk Tembesi saat diabadikan dari udara beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Proses tender pengelolaan air di Dam Tembesi berlanjut. Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto menargetkan, market sounding pengelolaan air itu sudah bisa dibuka pertengahan Oktober ini. Jika tidak, paling lambat akhir Oktober 2018.

"Harapan kita seperti itu. Kalau tak pertengahan, akhir Oktober ini," kata Eko di ruang kerjanya di BP Batam, Senin (8/10/2018).

Di market sounding ini, para calon investor yang sudah menyatakan minatnya, akan dipanggil lagi. Kepada mereka akan disampaikan secara resmi, syarat-syarat yang dibutuhkan untuk ikut tender pengelolaan air di Dam Tembesi.

"Samalah seperti pendaftaran orang mau melamar pekerjaan," ujarnya.

Baca: BP Batam Sebut Jumlah Calon Investor Untuk Kelola Dam Tembesi Terus Bertambah

Baca: Dampak Penggalian Pasir Ilegal, Debit Air di Dam Tembesi Berkurang

Baca: Wow! ‎Air Dam Tembesi Masih Asin

Eko melanjutkan, saat ini sudah 24 perusahaan yang menyatakan minatnya. Selain PT Adhya Tirta Batam (ATB), Manila Water Company (MWC), Yokohama Water, juga ada keikutsertaan Moya, Salim Group. Termasuk juga dengan partisipasi dari dua badan usaha milik negara (BUMN) di China.

"Masing-masing menawarkan keunggulannya. Tapi tetap syarat utama wajib dipenuhi. Kalau ada produk unggulan, itu sebagai nilai tambah saja," kata Eko.

Kinerja pelayanan ATB saat ini, menjadi acuan untuk pengelolaan air ke depannya. Pelayanan harus lebih baik lagi, bukan sebaliknya, mundur.

"ATB pelayanannya bagus ke masyarakat. Pelayanan ke masyarakat perlu ditingkatkan lagi. Ini salah satu yang diperhitungkan. Harus lebih bagus dari apa yang ada saat ini," ujarnya.

Sebelumnya, Eko meyakinkan, nantinya mekanisme tender akan dilakukan secara adil. Ada beberapa aspek yang dinilai. Penilaian akan dilakukan oleh tim tersendiri untuk itu.

"Rumusnya sudah dibahas tim tender. Pola dan metodenya akan kita sampaikan nanti," ujarnya.

Dari beberapa parameter itu, dimungkinkan ada perusahaan yang tidak lulus. Eko membocorkan sedikit terkait aspek penilaian itu, menyangkut pengalaman dan keuangan perusahaan.

"Dari pengalaman. Jangan sampai kita memberikan pekerjaan kepada mereka yang tak berpengalaman. Dari finansialnya juga. Karena investasi di Dam Tembesi ini mahal," kata Eko.

Baca: Update Penerimaan CPNS 2018: KemenPAN-RB Informasikan Perubahan Persyaratan Terkait Akreditasi

Baca: Ketika Dodit Mulyanto Nyanyikan Lagu My Heart Will Go On, Begini Reaksi Shandy Aulia

Baca: Sekolah Panggil Orangtua Siswa yang Punya Grup Film Konten Dewasa

Taksiran nilai investasi yang akan dipekerjakan, mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. Nantinya pemenang tender akan melakukan paling tidak enam pekerjaan di sana. Di antaranya, perbaikan instalasi dari waduk atau dam, pemasangan pipa dari waduk menuju tempat WTP. Kegiatan di WTP sendiri, dari WTP ke reservoir, sampai ke kegiatan memasukkan air yang selanjutnya akan dimanfaatkan PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke rumah-rumah warga.

Eko memastikan, saat ini kondisi air di Dam Tembesi sudah layak dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan air di Batam. Airnya sudah tidak payau lagi. Kapasitas air di dam itu sebesar 600 liter per detik.

"Kalau air di dam ini bisa termanfaatkan, perkiraan 2021 Batam akan kekurangan air, kita harapkan tidak terjadi," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help