BATAM TERKINI

Dewan Pendidikan Prihatin Anak Sekolah Sampai Buat Grup Nonton Film Dewasa

Dewan pendidikan Kota Batam sangat menyayangkan adanya anak sekolah yang sampai membuat grup untuk membuat grup porno.

Dewan Pendidikan Prihatin Anak Sekolah Sampai Buat Grup Nonton Film Dewasa
Repro/Tribunjabar.com
Seorang pelajar SMP memamerkan kepulan asap rokok. Foto ilustrasi tak patut ditiru 

TRIBUNBATAM. id BATAM- Dewan pendidikan Kota Batam sangat menyayangkan adanya anak sekolah yang sampai membuat grup untuk membuat grup porno. Hal ini menandakan harus lebih mengintensifkan penerapan pendidikan karakter siswa.

Sekertaris Dewan Pendidikan Batam, Harianto. Ia mengatakan, perlunya peningkatan dalam penerapan pendidikan karakter kepada siswa harus ditingkatkan.

"Masalah ini akan kami diskusikan dan merekomendasikan kepada dinas pendidikan, untuk duduk bersama dengan pihak sekolah juga. Karakter dan etika itu nomor satu yang harus kita dorong ke sekolah," Katanya, Senin (08/10/2018).

Ia juga menyayangkan bila sanksi sekolah yang langsung mengambil tindakan pemindahan siswa, atau mengeluarkan langsung siswa tersebut.

"Kalau sampai dipindahkan sampai dikeluarkan sangat disayangkan. Tidak seperti itu pembinaan terhadap anak. Harus ada opsi yang lebih pada pembinaan dan bimbingan kepada anak," sebutnya.

Ia juga akan mendudukkan pihak-pihak terkait terhadap tata tertib dan sanksi yang diterapkan kepada sekolah dengan sistem penilaian skor.

"Sejauh ini belum ada persamaan persepsi soal itu. Memang penilaian skor itu ada di amanah undang-undang pendidikan. Namun penerapannya belum dilakukan bersama-sama yang isi aturannya sama," ucapnya.

Baca: Semangat Anak Pulau untuk Mengenyam Pendidikan: Kami Setiap Hari Naik Pompong ke Sekolah

Baca: Tenaris Gelar Merit Student Award. Gelontorkan Rp 268 Juta Bantu Pendidikan di Batam

Baca: Dinas Pendidikan Batam Kumpulkan Bantuan Sebesar Rp 335,751,500. untuk Korban Gempa di Lombok

Seharusnya, sambung Harianto, peran guru Bimbingan Konseling (BK) yang paling penting dalam pembinaan dan menginventarisir prilaku anak.

"Peran guru BK bisa mendata permasalahan anak dari awal. Guru BK harus menguasai kepribadian siswanya. Dari situlah bisa dicarikan solusi disetiap masing-masing masalah si anak," Ujarnya.

Bila sekolah mengalami kesulitan mendapatkan solusi untuk bagaimana membimbing anak, bisa melakukan koordinasi terhadap pihak terkait seperti KPPAD, serta dewan pendidikan.

"Bisa juga ke lembaga dibawah Kementerian Sosial yang memberikan pelatihan dan penanggulangan kenakalan anak," sebutnya. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved