Jalan Licin, Belasan Pengendara Motor Jatuh Saat Lintasi Jalur Senggarang - Kelenteng

Jalan licin pada ruas jalan menuju Kelenteng Senggarang Tanjungpinang kembali memakan korban, Senin (8/10/2018).

Jalan Licin, Belasan Pengendara Motor Jatuh Saat Lintasi Jalur Senggarang - Kelenteng
ist
Jalan licin pada ruas jalan menuju Kelenteng Senggarang Tanjungpinang kembali memakan korban, Senin (8/10/2018).

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Jalan licin pada ruas jalan menuju Kelenteng Senggarang Tanjungpinang kembali memakan korban, Senin (8/10/2018).

Pagi-pagi beberapa orang sudah terjatuh di ruas jalan yang diluberi lumpur pekat akibat hujan sehari sebelumnya.

Guru dan pelajar yang melintas di ruas jalan ini menjadi korbannya.

Mereka jatuh dari sepeda dan mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan.

Dari foto-foto yang dikirim Rudy Chua, anggota DPRD Kepri dari Tanjungpinang, tampak lumpur pekat meluber di seluruh badan jalan.

Ada juga genangan air dengan lumpur setebal mata kali orang dewasa.

Foto lain memperlihatkan seorang pelajar berpakaian putih biru. Betis kanannya melepuh; ada luka menganga dengan daging yang susah memutih.

Kulit di sekitarnya luka yang melepuh itu terlihat mengelupas. Kulit arinya mencuat dengan warna kemerahan dengan sedikit darah yang keluar.

Foto lain lagi menunjukkan kondisi seorang wanita berpakai cokelat. Mungkin dia pegawai kantor atau juga guru.

Bagian baju di bawah pinggang dilumuri lumpur dari belakang melingkar ke paha kiri. Lengan bawah baju tangan kiri pun berlepotan lumpur.

Insiden ini memicu reaksi warga sekitar lokasi jalan becek tersebut. Spontan warga pun turun ke jalan.

"Saya dan beberapa warga sudah berada di lokasi," ujar Jumiatun melalui sambungan telepon seluler.

Menurut Jumiatun, sejak pagi tadi sekitar 13 pengendara sepeda motor jatuh dan mengalami luka-luka. Kejadian demikian pernah terjadi sebelumnya bahkan menjadi langganan ketika daerah itu diguyur hujan.

"Kondisi ini tidak pernah ada solusi dari dulu," ungkap Jumiatun.(tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help