BATAM TERKINI

205 Imigran Huni Rumah Detensi, Ini Fasilitas yang Disiapkan untuk Hilang Kejenuhan

Seluruh imigran yang ada disini harus mematuhi aturan yang ada. Contohnya, untuk jadwal keluar AND itu,

205 Imigran Huni Rumah Detensi, Ini Fasilitas yang Disiapkan untuk Hilang Kejenuhan
TRIBUNBATAM
Komarudin Kasi Registrasi dan Pelaporan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Imigrasi Batam mencatat ada sebanyak 205 Imigran yang menempati bangunan akomodasi non detensi (AND) di Sekupang, Batam.

"Saat ini penghuni di AND di Sekupang saat ini ada sebanyak 205 Imigran dari beberapa Negara," kata Kasi Registrasi dan Pelaporan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang di Batam, Komarudin, Selasa (9/10/2018).

Komarudin menjelaskan, sekitar 205 orang penghuni rata-rata dari Afganistan. Selain itu berasal dari Sudan, Somalia dan Lebanon.

"Dari 205 Imigran, umumnya yang tinggal disini bersal dari Afganistan," katanya.

Dia memberitahu, bahwa ratusan penghuni AND di Sekupang ini harus mengikuti tata cara dan peraturan yang ditetapkan oleh Imigrasi berlaku kepada seluruh Imigran yang ada.

"Jadi seluruh imigran yang ada disini harus mematuhi aturan yang ada. Contohnya, untuk jadwal keluar AND itu, mulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB," katanya.

Baca: Video Gubernur Kepri Nurdin Basirun Melepas Peserta Sepeda Nusantara 2018

Baca: Cegah Imigran Gelap Masuk Sumatera, 80 Petugas Imigrasi Ikuti Pelatihan

Baca: Tak Ada Gelagat Aneh, Seorang Imigran Afganistan Ditemukan Gantung Diri di Rudenim Sekupang

Baca: Para Imigran Pengungsi Ikut Lomba Peringati HUT Kemerdekaan RI di Batam: Warga Senang-senang Saja!

Komarudin menyebutkan,untuk mengurai kejenuhan bagi para imigran. Di AND Sekupang banyak fasiltas yang diberikan, mulai dari sejumlah alat olahraga untuk fitnes, sepeda, televisi dan masih banyak lagi sejumlah fasilitas lainya.

"Sejumlah fasilitas inilah yang mampu menguragi rasa kejenuhan dan beban pikiran mereka, ditengah mereka menunggu akan di pindah ke neraga lain," tuturnya.

Komarudin menyebutkan biaya kebutuhan dalam satu bulan untuk makan dan kesehatan, para imigran juga mendapatkan Rp 1,2 juta per bulan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Umunya biaya itu memang tidak cukup. Tetapi terkadang ada juga saudara dan keluarga imigran yang mengirim kepada mereka, untuk kebutuhannya di sini," terangya.

Dia menerangkan, beragam upaya dilakukan guna mengantisipasi kejadian tidak diinginkan terjadi kepada para imigran yang menempati bangunan AND di Sekupang, Batam.

Kejadian imigran bunuh diri sekitar puku 03.00 WIB diluar kendalinya.

“Kejadian bunuh diri seorang Imigran asal Afghanistan itu terjadi pada dini hari. Jadi diluar pengawasan, sebab sebagian besar penghuni sedang istirahat dan petugas jaga hanya berada dipos depan. Akan tetapi kami akan lebih mengawasi lagi," jelasnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved