TANJUNGPINANG TERKINI

Jalan Berlumpur Celakai Banyak Orang, Ini Jawaban Pemerintah Ketika Warga Minta Perbaikan

Kondisi lumpur yang meluber di ruas jalan itu sudah memakan banyak korban. Korban yang jatuh akibat jalan licin mencapai puluhan orang.

Jalan Berlumpur Celakai Banyak Orang, Ini Jawaban Pemerintah Ketika Warga Minta Perbaikan
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Jalan berlumpur di ruas jalan menuju Kelenteng Senggarang Tanjungpinang ternyata sudah beberapa kali mendapat penanganan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tanjungpinang Hendri mengatakan pihaknya sudah 2 kali turun untuk membersihkan lumpur di badan jalan.

Namun, untuk penanganan jangka panjangnya, pihaknya harus menunggu konfirmasi dari pemilik tanah bekas tambang bauksit.

"Kami rencana akan membuat kolam di atas, agar nanti material dari atas tidak turun ke bawah. Tapi kami masih menunggu konfirmasi dari pemilik tanah kalau sudah diperbolehkan akan langsung dikerjakan" ungkap Hendri melalui telepon seluler, Selasa (9/10/2018).

Kondisi lumpur yang meluber di ruas jalan itu sudah memakan banyak korban. Pada Senin (8/10/2018), korban yang jatuh akibat jalan licin mencapai puluhan orang.

Liyun siswa Kelas 9 SMPN 11 Tanjungpinang misalnya, hanya terbaring lemah di rumahnya setelah jatuh di lokasi itu.

Baca: 6 Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup, Simak Tips BKN Agar Lolos Seleksi Administrasi

Baca: BREAKINGNEWS. Diduga Rem Blong, Sebuah Truk Masuk Parit di Dekat DC Mall Batam

Baca: Tertangkap Petugas Patroli, Penyelundup Ribuan HP Buang Sebagian Handphone di Sagulung

Baca: Kelainan Seks hingga Nyabu Bareng, Ini 10 Fakta Dibalik Kasus Suami Aniaya Istri hingga Tewas

Dia akhirnya batal berangkat ke sekolah usai kejadian naas tersebut. Padahal hari itu ada ujian praktik di sekolahnya.

"Waktu itu jalan rame, anak-anak pergi sekolah. Tiba-tiba ada motor dari arah depan, kami niatnya mau motong, tapi kakak saya nggak kuat nahan, akhirnya jatuh terpeleset di jalan," ungkap Liyun.

Selain Liyun ada banyak lagi warga yang menjadi korban. Jumiatun, warga yang tinggal tak jauh dari situ mengatakan, sekitar 25 orang jatuh dan terluka.

Umumnya mereka adalah anak sekolah yang hendak melintas. Karena jalan ini merupakan akses utama ke kelurahan Senggarang.

Muryono selaku Ketua Forum RT/RW se-kelurahan Senggarang menyampaikan selama ini setiap Musrenbang keluhan seputar kondisi jalan ini sudah disampaikan.

Bahkan Pemerintah Kota dan jajaran anggota dewan sudah meninjau dan mengambil foto jalan tersebut. Namun hingga saat ini, penanganannya nihil.

"Alasannya karena defisit anggaran. Kita warga biasang gak ngerti defisit anggaran, cuma tahu kalau ada yang jatuh dan terluka saja" ujar Muryono.

Menurut Muryono, warga juga sudah pernah menghubungi pihak penambang untuk dapat mereklamasi bekas galian bauksit.

Namun penambang menjawab sudah memberikan dana reklamasi tersebut ke provinsi. Tapi sampai saat ini juga belum ada realisasinya. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help