Video Pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Tukang untuk 910 Warga Binaan di Lapas Barelang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfasilitasi peningkatan kapasitas bagi warga binaan pemasyarakatan

TRIBUNBATAM,id. BATAM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfasilitasi peningkatan kapasitas bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di bidang jasa konstruksi tahap II serentak di 12 lapas dan Rutan di Indonesia.

Kegiatan tersebut terpusat di Makassar dengan menggunakan media teleconference yang terkoneksi ke-11 lapas dan Rutan yang ada di Indonesia, untuk di Batam sendiri kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIA Barelang Batam, Selasa (9/10/2018) dimulai pukul 10.00 WIB.

Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami, dalam sambutannya di Batam mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan, di mana kegiatan pertama telah sukses dilaksanakan di Lapas Nusa Kambangan dan Lapas Cipinang akhir Juli 2018 lalu dengan jumlah peserta 131 warga binaan.

Baca: Bekali Ketrampilan, 910 Warga Binaan Bakal Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Tukang

Baca: Penghuni Lapas Ini Bisa Video Call Pakai Smartphone Dalam Lapas, Apa Kata Petugas?

Baca: Video Polresta Barelang Ekspose Kasus Pembunuhan dengan Tersangka Suami Korban Sendiri

Sementara, untuk tahap kedua fasilitas pelatihan konstruksi di 12 lapas yang ada di Indonesia jumlah pesertanya sebanyak 910 warga binaan.

Dua belas lapas yang mengikuti Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Bidang Jasa Konstruksi Tahap II yakni Lapas Batam, Pekanbaru, Bandar Lampung, Jambi, Tangerang, Semarang, Malang, Denpasar, Pontianak, Manado, Ternate dan Fak-Fak.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari salah satu lingkup kerjasama tentang peningkatan kapasitas bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan di delapan bidang jasa konstruksi, berdasarkan MoU perjanjian kerjasama yang telah di tandatangani, pada tanggal 27 Juli 2018 di Nusakambangan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimudjono dan Menteri Hukum dan hak Asasi manusia (KUMHAM RI) Yasonna Laoly,"kata Sri Puguh Budi Utami.

Dia juga menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membangun karakter dan memberikan kesempatan kerja bagi Warga Binaan yang telah menjalani 2/3 dari masa tahanan diberikan kesempatan berlatih dan mendapatkan sertifikasi sebagai tukang," kata Sri.

Dia juga mengharapkan melalui program tersebut warga binaan dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup, pada saat mereka kembali kepada lingkungan sosialnya.

Baca: Indonesia vs Myanmar - Kesan Esteban Vizcarra Jelang Debut di Timnas Indonesia

Baca: Terkait Dugaan Bupati Malang Terima Gratifikasi, KPK Geledah Sejumlah Ruangan

Baca: UPDATE GEMPA PALU - Sejak Gempa dan Tsunami Palu, Terjadi 508 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Seluruh warga binaan yang telah tersertifikasi sebagai tenaga kerja konstruksi ini akan tercatat dalam sistem data base LPJK dan akan menjadi sumber informasi bagi seluruh badan usaha jasa konstruksi yang memerlukan tenaga terampil untuk pembangunan infrastruktur.

"Sehingga mereka akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja setidak-tidaknya pada proyek konstruksi di wilayah terdekat dengan domisilinya," kata Sri.

Melalui Program tersebut kata Sri jumlah warga binaan yang sudah mengikuti pelatihan dan yang akan mendapatkan pelatihan serta sertifikasi sebanyak 1.952 orang.

"Kita juga harapkan dengan adanya keterampilan yang dimiliki oleh warga binaan maka nanti setelah selesai menjalani masa tahanan, tidak kembali lagi mengulangi kesalahan yang mengantarkannya ke dalam penjara," kata Sri.

Lihat videonya di atas. (ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help