BATAM TERKINI

Derek Kendaraan Sendiri, Tak Mengurangi Biaya Sanksi Perda Parkir

"Dari slip pembayaran itulah ditunjukkan ke kami. Baru kendaraannya bisa dilepas. Di kami,

Derek Kendaraan Sendiri, Tak Mengurangi Biaya Sanksi Perda Parkir
ISTIMEWA
mobil diderek 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Terkait derek kendaraan sendiri oleh pelanggar perda parkir, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba mengatakan, hal itu tidak mengurangi biaya yang sudah diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2018.

"Tetap bayar seperti nilai yang ada di Perda. Kita tidak mundur. Kita sudah jelaskan, kalau kendaraan kena derek, biayanya segini-segini. Tapi dia ingin derek sendiri, dan diapun mengaminkan (tetap bayar biaya derek)," kata Edward saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (10/10/2018) malam.

Ia melanjutkan, di perda memang tidak ada aturan yang menyatakan, pemilik bisa menderek kendaraannya sendiri. Yang diatur adalah, risiko kendaraan yang diderek Dishub, ditanggung pemilik kendaraan.

"Biar tidak lecet kendaraannya, mungkin baru, makanya dia (pemilik kendaraan) minta derek sendiri," ujarnya.

Lagi pula, kata Edward, sebagaimana ketentuan yang ada, kendaraan yang terjaring penertiban Dishub baru bisa dilepas setelah membayar sejumlah biaya ke Bank Riau Kepri.

Nantinya dari bank, ada slip pembayaran bukti telah membayar biaya denda dan derek kendaraan sebagaimana nominal yang ada.

"Dari slip pembayaran itulah ditunjukkan ke kami. Baru kendaraannya bisa dilepas. Di kami, tak ada menerima uang apa-apa," kata Edward.

Baca: Minta Derek Sendiri, Dishub Tertibkan Mobil Parkir di Depan Gedung BP Batam

Baca: Sudah Dua Perda Parkir Berlaku, Dinas Perhubungan Sudah Menderek 37 Sepeda Motor, dan 17 Mobil

Baca: Kendaraan Anda Diderek Dinas Perhubungan Kota Batam Terkait Parkir? Ini yang Harus Anda Lakukan

Ia melanjutkan, sejak sanksi parkir sembarangan itu berlaku efektif per 1 Oktober lalu, setidaknya hingga Rabu (10/10/2018) ini sudah sebanyak 118 sepeda motor, dan 51 mobil yang terjaring penertiban.

"Dua bulan sebelum 1 Oktober inipun kami sudah sosialisasi kepada masyarakat. Dan per 1 Oktober kemarin, syukurnya pagi, siang, sore, malam kami patroli terus untuk menegakkan perda. Belum ada berhenti," ujarnya.

Senada dengan Edward, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi mengatakan, di dalam perda tidak ada istilahnya derek sendiri.

"Tapi tadi (penertiban di BP Batam) orangnya sendiri yang mau derek sendiri. Biayanya tetap bayar stor ke bank. Setelah itu, baru mobilnya dikeluarkan," kata Rustam.

Lebih lanjut, dalam penertiban Dishub yang berlangsung di bahu jalan BP Batam, ada tujuh kendaraan yang terjaring penertiban parkir sembarangan. Semuanya kendaraan roda empat. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved