Kapal TNI AL Temukan Longsoran Dasar Laut di Teluk Palu, Diduga Dampak Tsunami

Kapal TNI AL, KRI Spica-934 menemukan adanya longsoran dasar laut di perairan teluk Palu, pasca terjadinya gempa bumi bermagnitude 7,4 SR.

Kapal TNI AL Temukan Longsoran Dasar Laut di Teluk Palu, Diduga Dampak Tsunami
ant via kompas.com
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). 

TRIBUNBATAM.id - TNI AL'>Kapal TNI AL, KRI Spica-934 menemukan adanya longsoran dasar laut di perairan teluk Palu, Sulawesi Tengah pasca terjadinya gempa bumi bermagnitude 7,4 SR dan tsunami.

Diperkirakan longsoran yang berada di kedalaman 2000 meter hingga 500 meter ini sebagai asal kekuatan tsunami di Sulteng.

Baca: INFO GEMPA HARI INI - Gempa Bermagnitudo 2,4 Guncang Dieng, Banjarnegara Sabtu (13/10)

Baca: Saat Sedang Belajar di Kelas, Puluhan Siswa Madrasah Tersapu Banjir Bandang. 3 Selamat

Baca: VIRAL. Empat Wanita Menari Erotis Saat Prosesi Pemakaman Kawannya

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (13/10/2018), hal itu diketahui setelah KRI Spica-934 melakukan survei dan pemetaan pasca gempa dan tsunami di perairan Teluk Palu beberapa waktu lalu.

KRI Spica-934 diterjunkan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

"Dari data yang diperoleh dan analisa tim Pushidrosal menemukan adanya longsoran dasar laut pada kedalaman 200-500 m di Tanjung Labuan atau Wani Teluk Palu," seperti dikutip dari siaran pers Pushidrosal, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, KRI Spica melakukan survei full covered menggunakan Multibeam Echosounder EM-302, yang mampu mengukur kedalaman hingga 6.000 meter di dalam Teluk Palu.

Selain itu kapal itu juga mengecek kemungkinan adanya spot kedangkalan di mulut teluk dan area pemeruman di luar perairan Teluk Palu.

Hal itu kata dia, bertujuan memperkuat data untuk pembuatan peta tematik mitigasi bencana.

Data terbaru Pushidrosal memberikan informasi dasar laut yang lebih detail. Dengan Multibeam Echosounder, perubahan topografi dasar laut dapat digambarkan dengan lebih jelas.

Diharapkan, data dan informasi ini menjadi dasar untuk prediksi proses-proses geologi dan menjadi informasi penting dalam usaha mitigasi bencana. (KOMPAS)

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help