PILPRES 2019

Tegas Tinggalkan Prabowo, La Nyalla Matalitti Kini Dukung Jokowi

Saya capek jadi oposisi, sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas,

Tegas Tinggalkan Prabowo, La Nyalla Matalitti Kini Dukung Jokowi
Tribunnews
La Nyalla Matalitti 

TRIBUNBATAM.ID - Lama tak terdengar kiprahnya, La Nyalla Matalitti menyeruak muncul lolos menjadi calon DPD RI beberapa waktu lalu.

Kini ia menegaskan akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Dia meninggalkan figur capres yang selama ini selalu didukungnya, Prabowo Subianto.

"Saya pribadi dukung Pak Jokowi, lebih jelas dan nyata program-programnya," kata mantan ketua umum PSSI itu, Sabtu (13/10/2018).

Baca: Rumah Pemenangan Sudah Siap, Tim Jokowi-Maruf Amin Kepri Segera Rapatkan Barisan

Baca: PDIP Kepri Targetkan Menang Pemilu 2019, Begini Pembahasan Strateginya!

Baca: Soerya Usai Rakornas PDI-P: Target di Kepri Jokowi-Ma’ruf Menang 67 Persen

Dia lantas menceritakan kedekatannya dengan Prabowo sehingga dia terus mendukungnya sejak Pilpres 2009 saat Prabowo digandeng Megawati Soekarnoputri hingga Pilpres 2014 saat ketua umum Partai Gerindra itu menggandeng Hatta Rajasa.

Namun Ketua Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur itu tidak pernah difasilitasi kepentingan politiknya. Bahkan hingga Pilkada Jatim 2018 pun, Prabowo tidak juga memberikan rekomendasi untuk dirinya sebagai cagub Jawa Timur.

La Nyalla juga mengaku tidak pernah mendapatkan sedikitpun dukungan dana dari Prabowo.

"Saya jadi ketua PSSI dari usaha sendiri, saya menjalani proses hukum ya saya sendiri," jelasnya.

Yang pasti, dia mengaku lelah menjadi pihak oposisi bersama Prabowo. "Saya capek jadi oposisi, sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas," ujarnya.

Gagal menjadi calon gubernur Jawa Timur di Pilkada tahun lalu, La Nyalla kini mencalonkan diri menjadi anggota DPD dari Jawa Timur. Dia tercatat sebagai calon anggota DPD dengan dukungan KTP terbanyak dari Jawa Timur, yakni mencapai 9.000 lebih dari minimal syarat 5.000 dukungan KTP.

Sebelumnya La Nyalla sempat membuat wacna politik di tanah air heboh menyusul kekecewaannya, menjelang Pilgub Jatim awal tahun 2018. Bahkan ia memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra.

Saat itu La Nyalla mencurahkan kekesalannya kepada Ketua Umum Prabowo Subianto yang meminta uang Rp 40 miliar. La Nyalla tak memenuhinya, Prabowo kemudian disebut marah dan membatalkan pencalonan Nyalla.

La Nyalla mendapatkan surat mandat dari Prabowo pada 11 Desember lalu. Surat mandat tersebut berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember.

Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu dijelaskan bahwa nama La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses DPP Partai Gerindra. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Salah satu kelengkapan pemenangan, ucap La Nyalla, ia sempat diminta uang Rp 40 miliar oleh Prabowo. Uang itu digunakan untuk saksi dalam Pilkada Jatim. Permintaan itu dilakukan saat La Nyalla melangsungkan pertemuan dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, Sabtu (10/12/2017), bertepatan dengan Gerindra mengumumkan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur Jawa Barat.

Singkatnya, La Nyalla tidak menyangka akan dimarahi Prabowo karena permasalahan uang Rp 40 miliar. Ia merasa disia-siakan Prabowo. Padahal, ia telah mendukung Prabowo dari 2009 saat masih menjadi calon wakil presiden.(*)

Editor: Purwoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved