Terkait Kasus Tenggelamnya Pemancing di kawasan Dam Tembesi, Ini yang akan Dilakukan BP Batam

BP Batam lewat Direktorat Pengamanannya, ikut menurunkan anggota dalam pencarian korban tenggelam di Dam Tembesi.

Terkait Kasus Tenggelamnya Pemancing di kawasan Dam Tembesi, Ini yang akan Dilakukan BP Batam
TRIBUNBATAM
Basarnas yang dibantu Yonif 136/TS, Polsek Sagulung saat melakukan pencarian dua nelayan yang tenggelan di Dam Tembesi, Jumat (12/10/20108) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam lewat Direktorat Pengamanannya, ikut menurunkan anggota dalam pencarian korban tenggelam di Dam Tembesi.

Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, atas nama BP Batam, pihaknya turut prihatin atas insiden tersebut, dan berharap itu menjadi pengalaman terakhir kalinya.

Eko menegaskan, kawasan Dam Tembesi sebenarnya tertutup untuk umum. Dam itupun dilarang dimasuki orang luar, baik untuk aktivitas memancing atau lain sebagainya.

Larangan tersebut ditandai dengan adanya pemasangan pagar di sekeliling dam. Lantaran dam itu diperuntukkan sebagai bendungan atau daerah tangkapan air.

"Kalau sudah dipagar, berarti itu daerah rawan yang tak bisa dimasukkan siapapun juga. Kami akan tingkatkan SOP lebih baik lagi," kata Eko kepada wartawan, Sabtu (13/10/2018) di kawasan Mega Wisata Ocarina, Batam Center.

Di sisi lain, iapun mengakui, kondisi pagar di sekeliling dam tersebut memang tidak semuanya dalam keadaan baik. Ada pagar yang rusak. Diperkirakan tiga pemancing itu masuk ke kawasan dam lewat titik-titik bagian pagar yang rusak.

"Teman-teman pemancing masuk dari area yang rawan dimasukin. Kami segera perbaiki pagar yang rusak, dan evaluasi," ujarnya.

Lebih lanjut, Eko mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa ikut menjaga keamanan dam. Termasuk menjaga keamanan diri sendiri.

"Kami imbau masyarakat tak melakukan aktivitas di dam. Karena itu bahaya, damnya dalam," kata Eko.

Sementara itu, terkait korban tenggelam, Eko berharap, dua pemancing yang hilang di kawasan dam sejak Jumat (12/10) lalu bisa segera ditemukan.

Dari laporan yang diterimanya, saat asyik memancing, sampan yang ditumpangi tiga pemancing itu tiba-tiba saja terbalik.

"Satu selamat, dua lagi belum dapat ditemukan. Dapat laporan dari satu orang yang selamat ini. Mengatakan, awalnya mereka bertiga," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved