ANAMBAS TERKINI

Ternyata Radar Tidak Berfungsi saat Fery VOC Batavia Tabrak Tanker, Berikut Pengakuan Penumpang

Luka pada bagian perut karena bertabrakan dengan pintu dari material besi, harus dialami pria yang diketahui cukup lama bekerja di laut ini.

Ternyata Radar Tidak Berfungsi saat Fery VOC Batavia Tabrak Tanker, Berikut Pengakuan Penumpang
TRIBUNBATAM
M Sani salah satu penumpang fery VOC Batavia yang mengalami luka saat tiba di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Tabrakan MV VOC Batavia dengan MT Pacific Crown (kapal super tanjer) Kamis (11/10/2018) sekitar pukul 13.14 WIB masih menyisakan cerita. Khususnya bagi penumpang kapal yang bertolak dari Anambas menuju Tanjungpinang.

Pengakuan cukup mengejutkan datang dari M Sani, salah seorang penumpang kapal itu. Pria yang berada di ruang kemudi saat kejadian itu, melihat radar yang ada di kapal itu tidak berfungsi dengan baik.

Sebelum kejadian, dirinya tidak melihat adanya tanda-tanda dari radar kapal yang menunjukkan pemberitahuan adanya kapal lain di sekitarnya.

Luka pada bagian perut karena bertabrakan dengan pintu dari material besi, harus dialami pria yang diketahui cukup lama bekerja di laut ini.

"Posisinya sekitar pukul satu siang itu, saya terbangun dari tidur di ruang kemudi. Yang saya sayangkan secara pribadi itu. Radar itu posisinya memang menyala, tapi tidak ada pemberitahuan kalau ada kapal di depan. Kapten kapal baru mengambil langkah setelah lebih kurang jarak 20 meter antara kapal ferry dengan tanker itu. Itu pun ada rekannya yang memberi isyarat kiri berkali-kali tanda kalau ada kapal di sisi kiri," ujarnya saat dihubungi, Minggu (14/10/2018).

Sani mengatakan, saat kapal sandar di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, ia bersama sejumlah penumpang kapal dibawa ke Rumah Sakit Umum di Tanjungpinang.

Baca: Fery VOC Batavia Tabrak Kapal Tanker, Satu Penumpang Jatuh ke Laut. Berikut Kronologisnya

Baca: Fery VOC Batavia Tiba di Pelabuhan Sri Bintan, Petugas Langsung Evakuasi. Begini Kesaksian Penumpang

Baca: Satu Penumpang Jatuh ke Laut, Ini Dia 4 Fakta Dibalik Kecelakaan Kapal Ferry VOC Batavia

Di rumah sakit, ia sempat didatangi dua kelompok dari Jasa Raharja. Kelompok pertama datang untuk meminta nama dan identitas dirinya. Sementara, kelompok lainnya menjelaskan kalau Jasa Raharja menanggung pengobatan sebesar Rp 20 juta.

"Penjelasan orang itu, lebih dari itu maka biaya pengobatan ditanggung sendiri atau ditanggung oleh pihak lain. Sampai saat ini, juga tidak ada penjelasan dari perwakilan mangemen kapal," ungkapnya.

Luka yang dialaminya, sedikit lebih baik dibandingkan dengan penumpang kapal lainnya. Menurutnya, beberapa penumpang sempat menjalani rontgen dan diketahui mengalami retak pada tulang rusuknya.

Meski mengalami dan menyaksikan langsung rentetan peristiwa itu, namun ia mengaku tidak trauma untuk menggunakan ferry untuk bepergian.

‎"Kalau trauma tidak lah, hanya sakit saja. Bagaimana tidak sakit, saat tabrakan dengan kapal besar itu, tubuh terbentur dengan pintu besi. Harapan kami sebagai masyarakat ini, jangan sampai dianggap remeh. Sehingga peristiwa ini tidak terulang kembali," bebernya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved