Enam Pengembang Bidik Pasar Properti bagi Polisi di Kepri

Para pengembang properti anggota REI DPD Batam menjajaki potensi kerjasama penyediaan rumah bagi personil kepolisian di Kepri.

Enam Pengembang Bidik Pasar Properti bagi Polisi di Kepri
TRIBUNBATAM.id/ANNE MARIA
Nilai penjualan properti selama REI Expo berlangsung mencapai Rp 63 miliar hingga pameran ditutup 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Para pengembang properti anggota REI DPD Batam menjajaki potensi kerjasama penyediaan rumah bagi personil kepolisian di Kepri.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPD REI Batam, Achyar Arfan saat penutupan REI Expo di Mega Mall, Minggu (14/10/2018).

"Kami punya PR lagi setelah ini, kami diajak kepolisian RI untuk menyediakan rumah bagi para anggotanya. Di Kepri saja ada 3.500 anggota polisi yang membutuhkan rumah, anggap saja setengahnya itu ada di Batam," ucapnya.

Ia pun menyebutkan pada Kamis lalu pihaknya telah melakukan presentasi di Mapolda Kepri terkait rencana kerjasama tersebut. Setidaknya ada enam pengembang yang tertarik untuk menyediakan rumah bagi polisi.

"Selain kepolisian kami juga menjajaki kerjasama serupa dengan kawasan industri. Ada 18 kawasan industri di seluruh Batam ini, yang mungkin pekerjany juga belum memiliki rumah," ucapnya.

Baca: Pesan Polisi Jelang Pemilu, Kapolsek Batuaji : Siapapun Pilihannya Tak Perlu Diumbar di Media Sosial

Baca: Insentif Guru Madrasah Tak Bisa Dicairkan, Walikota Batam : Salah Nomenklatur!

Baca: Sejarah Hari Sumpah Pemuda, Isi Sumpah Pemuda dan Ini Orang yang Mempelopori

Baca: KPK Amankan Rp 1 Miliar Berbentuk Dolar Singapura saat OTT di Bekasi

Achyar mengatakan peluang kerjasama tersebut dilakukan untuk mendorong lagi sektor properti di Batam. Selain melalui cara-cara konvensional lain, seperti promosi pameran, lewat media sosial dan banyak lagi.

"Kita tahu PDRB Kepri itu 10 persen disumbang oleh sektor properti. Media promosi banyak termasuk cara digital, tapi pameran juga masih tetap diperlukan untuk dilaksanakan. Karena dengan pameran ini, pembeli dimudahkan untuk membeli, mengamati produk produk properti yang diminati sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya," tuturnya.

Ia mengatakan melalui pameran akses untuk memiliki rumah juga dipermudah. Hal itu karena cukup banyak promosi yang diberikan saat pameran, baik oleh pengembang maupun perbankan yang mengikuti pameran.

"Kita tahu kalau 80 persen akuisisi rumah itu dengan KPR, dan sejak Agustus pemerintah membolehkan syarat uang muka sekecil kecilnya. Biasanya di pameran properti seperti inilah kita berikan penawaran penawaran terbaik seperti bunga rendah, uang muka minimum ringan dan lainnya," tuturnya.

Di akhir acara juga disebutkan nilai penjualan properti selama REI Expo berlangsung mencapai Rp 63 miliar hingga pameran ditutup.

Cipta Grup menjadi pengembang yang mendapatkan penghargaan kategori penjualan unit terbanyak, sementara untuk kategori nilai nominal penjualan terbesar diraih oleh Bukit Indah Sukajadi mencapai Rp 20 miliar. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved