Bintan Terkini

Kadishub Bintan Larang Bus Wisata Pakai Solar Subsidi. Ternyata Ini Isi Kebijakannya

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan Yandrinsyah menegaskan, armada bus wisata dilarang menggunakan solar subsidi

Kadishub Bintan Larang Bus Wisata Pakai  Solar Subsidi. Ternyata Ini Isi Kebijakannya
Tribun Batam/Aminudin
Kepala Dinas Perhubungan Bintan Yandrinsyah 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan Yandrinsyah menegaskan, armada bus wisata dengan kegiatan profit oriented akan dilarang menggunakan solar subsidi atau bio solar dalam operasional usahanya.

Sesuai SOP, armada komersial wajib menggunakan BBM solar industri. Solar subsidi peruntukannya untuk angkutan umum masyarakat.

Baca: Kecelakaan Bus Wisata di Thailand, 17 Orang Tewas

Baca: Tabrak Pohon, Bus Wisata Thailand Terbelah Dua dan Hancur. Belasan Penumpang Tewas

Baca: Kecelakaan Beruntun Bus Wisata, Truk dan Mobil di Singapura. Puluhan Orang Terluka. Lihat Videonya

"Kita akan larang, kita akan tegur, tentu itu,"kata Yandrinsyah, Senin (15/10/2018).

Ditegaskan dia, Dishub Bintan akan rajin kroscek di lapangan memantau sejauh mana aturan pengisian BBM armada bus profit oriented dilaksanakan. Sebelumnya Dishub menyatakan, mereka sudah mengecek di lapangan bagaimana aturan itu dipatuhi.

"Kita sudah cek, dan akan terus kita cek. Memang nggak boleh mereka ngisi itu (bio solar) sebab peruntukan bio solar khusus untuk angkutan umum masyarakat. Mereka (bus wisata) kan sudah profit eriented kegiatannya, udah bisnis,"kata Yandrinsyah.

Sebetulnya kata Yandrinsyah ada juga bus lain di luar bus wisata yang kegiatannya sudah profit eriented tapi masih menggunakan solar subsidi.

Solar memang tengah menjadi sorotan belakangan ini sejak kasus kelangkaan ramai diberitakan. Pekan lalu, antrian panjang kendaraan menunggu solar menghiasi sejumlah SPBU di Bintan. Satgas Migas pun turun aksi melakukan pengawasan di SPBU. Dalam pengawasan mereka, ditemukan penyaluran solar yang tidak semestinya. Salah satunya fenomena bus pariwisata mengisi solar subsidi bersama dengan angkutan umum.

Di tengah kondisi solar yang penyalurannya mulai dikurangi di SPBU, bus wisata kini harus bersaing dengan angkutan umum masyarakat dalam mendapatkan solar.

Catatan terhimpun di lapangan, di Bintan beroperasi sekitar 40 an unit bus komersial wisata. Dalam satu hari, satu unit bus bisa mengisi solar dari Rp 300 ribu sampai Rp 600 ribu. Bila dihitung dalam sehari 40 bus wisata mengisi bio solar dengan nominal Rp 300 ribu, terdapat transaksi dengan besaran Rp 12 juta per hari. Bila dikali sebulan, maka nilai transaksi solar subsidi oleh bus komersial menjadi berlipat lipat.

Perbedaan harga BBM solar subsidi dengan solar industri yang terpaut jauh salah satu alasan armada komersial memilih menggunakan solar subsidi. Berdasarkan catatan, harga bio solar atau solar subsidi saat ini Rp 5.150 per liter, Sedangkan solar industri Rp 13. 100 per liter. Selisih antara solar subsidi dengan solar industri Rp 7.950.

Bila rata rata bus komersial berkapasitas 100 liter dengan jumlah dikalikan 40 armada yang beroperasi lantas dikalikan dengan nilai selisih subsidi harga solar industri ke solar subsidi maka dalam satu hari ditemukan pembengkakan Rp 31, 8 juta per hari subsidi negara yang tersedot armada komersial. Nilainya tentunya membengkak bila dikalikan sebulan.

"Dengan nilai sebesar itu, kami akan juga turut melakukan evaluasi kedepan," kata anggota Satgas Migas dari penyidik Disperindag Bintan, Setia Kurniawan.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved