Anambas Terkini

Pengemudi Kapal Puskel Menceritakan Detik-Detik Kapal Mengalami Musibah. Ternyata Ini Awal Mulanya

Musibah kapal Puskesmas keliling yang memakan korban lima dari sebelas orang di dalam kapal speed itu masih menyisakan cerita

Pengemudi Kapal Puskel Menceritakan Detik-Detik Kapal Mengalami Musibah. Ternyata Ini Awal Mulanya
TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Sejumlah warga datang ke Puskesmas Tarempa terkait kecelakaan laut kapal Puskel, Kamis malam 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Musibah kapal Puskesmas keliling yang memakan korban lima dari sebelas orang di dalam kapal speed itu masih menyisakan cerita.

Pihak kepolisian pun diketahui telah meminta keterangan Ibrahim, pengemudi kapal speed yang mengalami musibah pada Kamis (11/10/2018) malam kemarin.

Baca: Jenazah Korban Kecelakaan Kapal Laut Puskel, Rindang Melissa Hari Ini Diterbangkan ke Jakarta

Baca: Kecelakaan Laut Kapal Puskel di Siantan Timur - 4 Penumpang Meninggal Dunia

Baca: Diduga Penyebab Kecelakaan Laut Kapal Puskel di Siantan Timur Anambas Karena Hal Ini

Kepada polisi, pria 45 tahun itu mengatakan kalau kapal sempat menabrak sampah kayu yang mengapung di sekitar perairan Etang Desa Air Putih Kecamatan Siantan Timur. Kapal yang membawa tujuh orang penumpang dewasa dan tiga orang penumpang anak-anak itu, langsung berhenti dan mati mesin.

Eko Suroto seorang penumpang yang selamat yang semula duduk di kursi bagian kanan pindah ke arah kiri karena terkejut. Gelombang air laut dari arah belakang masuk ke dalam speed dan membuat kapal oleng ke arah kiri.

"Dari penuturan Beliau pada Sabtu (13/10/2018) kemarin seperti itu. Kapal berangkat dari Pelabuhan Sri Siantan Tarempa sekitar 18.30 WIB. Sekitar tiga puluh menit perjalanan, kapal menabrak sampah kayu yang mengapung di laut," ujar Kapolres Anambas melalui Kapolsek Siantan AKP Jefri Syam saat ditemui sejumlah awak media Senin (15/10/2018).

Dari penuturan Ibrahim kepada polisi, ia mencoba menolong penumpang agar bisa berada di lambung kapal yang kondisinya sudah terbalik sebagai pelampung.

Sejumlah penumpang bahkan sempat meminta bantuan kepada nelayan yang sedang melaut. Jarak dengan kapal yang terpaut jauh dengan lokasi mereka, menjadi hal lain sehingga tidak mendapat jawaban.

Pria yang sudah dipercaya selama delapan tahun membawa kapal speed ini yang dipertegas dengan SK Bupati ini pun, kemudian berinisatif berenang ke bibir pantai terdekat untuk mencari bantuan.

Saat mencapai bibir pantai terdekat, ia pun pingsan lantaran sudah kehabisan tenaga. Baru pada pagi harinya, Ibrahim ditemukan oleh masyarakat sekitar dan memberi informasi mengenai musibah itu ke Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur.

"Selain Pak Ibrahim, Kartini korban selamat lainnya juga berenang ke bibir pantai terdekat untuk mencari bantuan. Sekitar pukul sembilan malam ibu ini dibantu oleh warga dan memberi kabar ke Desa Nyamuk dan selanjutnya diinformasikan ke Kabupaten," ungkapnya.

Tidak hanya meminta keterangan kepada Ibrahim, piha kepolisian pun rencananya juga bakal meminta keterangan kepada lima orang korban selamat lainnya.

Lima orang diketahui meninggal dunia pada musibah speed Puskel itu. Mereka yang meninggal dunia masing-masing Rindang Melisa (27) yang sudah diterbangkan ke Jakarta, Varendra Pradipta Bin Eko Suroto (1 tahun delapan bulan), Azhar Bin Abd Satar (30), Najwa Putri Azliana Binti Azhar (5 tahun 9 bulan),
serta Rahidah Binti Abd Satar (25).

Sedangkan untuk korban selamat masing-masing Yuliana Binti Agusman (31), Eko Suroto Bin Suprayitno (33), Sari devi binti Erdi (22), Patra dwi Azli Binti Azhar (3), Kartini (52), serta Ibrahim (45) juru mudi kapal speed Puskel itu.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved