MOTOGP

MotoGP Jepang - Ternyata Ini Rahasia Valentino Rossi dan Vinales: Mestinya Kami Coba Sejak Lama

Tidak hanya Valentino Rossi dan Vinales, Johann Zarco dari Monster Yamaha Tech3 juga merasakan kemajuan, berhasil finis kelima di Thailand

MotoGP Jepang - Ternyata Ini Rahasia Valentino Rossi dan Vinales: Mestinya Kami Coba Sejak Lama
Crash.net
Valentino Rossi dan Maverick Vinales dari Movistar Yamaha di MotoGP Thailand, Minggu (7/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Dua pebalap Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, tampil mengagumkan di MotoGP Thailand, dua pekan lalu.

Meskipun belum mampu menyaingi dua rivalnya, Honda dan Ducati, namun finis di peringkat 3 dan 4 adalah kejutan besar bagi Vinales dan Valentino Rossi.

Apalagi, Vinales mampu berada dalam persaingan ketat dengan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso hingga garis akhir, terpaut hanya 0,270 detik saja.

Sementara Rossi juga finis tidak terlalu jauh, hanya defisit 2 detik saja dari Marquez dan itu merupakan catatan terbaik sepanjang musim MotoGP 2018.

Valentino Rossi yang sempat memimpin lomba 15 lap mengaku salah strategi karena terus berusaha memacu motornya untuk membuat jarak dengan Honda dan Ducati.

Baca: MotoGP Jepang - Marc Marquez Akan Ubah Motornya Demi Gelar Juara Dunia di Motegi. Kenapa?

Baca: MotoGP Jepang - Tak Mau Marc Marquez dan Honda Berpesta di Motegi, Ini Rencana Ducati

Baca: Alami Periode Suram di MotoGP, Akankah Valentino Rossi Hengkang dari Yamaha? Ini Jawabannya

Namun Rossi mengalami masalah pada pengelolaan ban sehingga akhirnya ia menyerah di trek yang suhunya mencapai 43 derajat celcius itu.

Padahal, jika ia balapan dengan sabar seperti yang dilakukan sebelumnya, peluangnya akan lebih baik di lap-lap terakhir karena M1 memiliki tenaga untuk bersaing.

Kendati demikian, kedua pebalap ini mengaku sempat kaget bisa meraih hasil yang jauh lebih baik dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Seperti diketahui, Valentino Rossi dan Vinales frustasi terhadap kondisi M1 yang tak mampu bersaing di barisan depan.

Bayangkan, Yamaha mencatat rekor terburuk sepanjang sejarah, tanpa satupun gelar selama 24 seri secara berturut-turut.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved