Pemusnahan Produk Kadaluarsa, Disperindag Kepri Sebut Temuan Produk Kadaluarsa Berkurang

Makin banyak komoditi yang beredar, makin banyak temuan kadaluarsa. Namun dari segi volumenya, sudah mulai berkurang

Pemusnahan Produk Kadaluarsa, Disperindag Kepri Sebut Temuan Produk Kadaluarsa Berkurang
ist
Pemusnahan barang kadaluarsa di lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa Rabu (17/10/2018) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎‎Temuan produk kadaluarsa terus menjadi perhatian di Anambas.

Pemusnahan sejumlah produk di lapangan Sulaiman Abdullah saat upacara hari kesadaran, setidaknya menjadi bukti masih adanya aneka produk tidak layak edar di Anambas, Rabu (17/10/2018).

Said Eddy Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Provinsi Kepri menilai, dari sisi volume, temuan produk kadaluarsa sudah mulai berkurang.

"‎Makin banyak komoditi yang beredar, makin banyak temuan kadaluarsa. Namun dari segi volumenya, sudah mulai berkurang. Mereka sudah mulai taat. Secara volume kalau skala satu sampai sepuluh tinggal 30 persen," ujarnya Rabu (17/10/2018).

Ia pun mengklaim kalau pengawasan pada tingkat hulu dilakukan oleh tim dari kementrian.

Ia mengatakan, ‎banyak modus klasik yang dilancarkan oleh sejumlah pedagang yang membandel.

Salahsatunya oknum pedagang yang tidak mengenal sistem retur atau pengembalian barang.

Said menjelaskan, terdapat sanksi yang diberikan kepada oknum pedagang yang membandel ini. Mulai dari penyitaan barang, denda maksimal Rp 2 miliar, sampai hukuman penjara sekurang-kurangnya empat tahun.

Dalam sidak yang dilakukan pada Selasa (16/10) kemarin, disita 23 produk seperti makanan dan minuman dalam kemasan sebanyak 778 pieces dalam jumlah yang berbeda.

"Yang dimusnahkan itu hasil sidak kemarin sore di Palmatak. Itu baru satu kedai," ujarnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved