PEMILU 2019

Cegah Kecurangan Dalam Pemilu, Pengiriman Logistik ke Pulau Terluar Gunakan Kapal Perang

"Kerawanannya nanti disana. Apalagi untuk mengantarkan itu, harus transit di beberapa tempat. Tentunya harus dijaga ketat

Cegah Kecurangan Dalam Pemilu, Pengiriman Logistik ke Pulau Terluar Gunakan Kapal Perang
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
AKBP Sudarminto dalam sosialisasi bersama PSMTI di hotel Planet Holiday Batam, Kamis (18/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 95 persen merupakan lautan. Untuk mendistribusikan logistik pemilu ke pulau terluar tentunya butuh pertimbangan yang matang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabag Analis Ditintelkam Polda Kepri AKBP Sudarminto dalam sosialisasi bersama PSMTI di hotel Planet Holiday Batam, Kamis (18/10/2018).

Apalagi, berapa bulam lagi, Kepri memasuki angim utara. Untuk mengantarkan logistik tidak bisa langsung di antarkan sebelum memastikan cuaca benar-benar baik.

"Kerawanannya nanti disana. Apalagi untuk mengantarkan itu, harus transit di beberapa tempat. Tentunya harus dijaga ketat. Belum lagi faktor angin utara yang membuat cuaca tidak menentu," sebutnya.

Baca: Pesan Polisi Jelang Pemilu, Kapolsek Batuaji : Siapapun Pilihannya Tak Perlu Diumbar di Media Sosial

Baca: Mabes Polri Gelar Deklarasi Pemilu Damai Bersama Kemenag Batam

Baca: Bisa Dilihat Lewat HP, Begini Cara Cek Apakah Nama Kita Sudah Masuk DPT Pemilu 2019

Memang itu semua adalah tugas dan tanggung jawab pihak KPU dan Bawaslu. Namun jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pastinya polisi yang akan mendapat imbasnya.

Maka dari itu, sejak dini Polisi sudah mulai melakukan pertimbangan kerawanan-kerawanan yang kemungkinan akan terjadi.

"Nah jika tidak memungkinkan untuk pengantaran logistik karena cuaca, kita akan meminta bantuan dengan kapal perang. Nantinya kapal perang yang akan mengantarkan logistik ke pulau-pulau terluar," sebutnya.

Bukan hanya permasalahn pengantaran logiatik saja, menurut Sudarminto permasalahan di perbatasan juga kepada pengetahuan masyarakatnya.

Kebanyakan masyarakat tidak mengetahui siapa yang akan mereka pulih. Maka dari itu, pemahaman ini juga harus diberikan kepada masyarakat disana.

"Sekarang inj masyarakat disana bukan hanya tidak tahu bagai mana proses pemilihan, siapa yang akan mereka pilih mungkin mereka juga tidak tahu," tegasnya.(koe)

Penulis:
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved