KEBAKARAN DI BENGKONG ALJABAR

Gedung Terbakar, Proses Belajar di Sekolah Aljabar Belum Kembali Normal

"Kalau di tempat kami tetap belajar seperti biasa sampai Sabtu. Di MA dan MTs ini yang mungkin agak terganggu," kata Asnawi.

Gedung Terbakar, Proses Belajar di Sekolah Aljabar Belum Kembali Normal
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Polisi memberi hiburan kepada anak-anak korban kebakaran di bengkong Aljabar 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Meski tak ikut terbakar, aktivitas belajar-mengajar siswa yang bersekolah di kawasan Yayasan Professor Syamsuddin di Bengkong Aljabar, menjadi sedikit terganggu.

Pantauan TRIBUNBATAM.id Kamis (8/10/2018), sejumlah siswa mengenakan seragam setingkat SMP dan SMA terlihat duduk santai di luar kelas. Mereka saling bercerita satu sama lain. Entah apa yang dibahasnya.

Ya, di area kawasan yayasan ini, setidaknya ada tiga bangunan sekolah yang berdiri, tak jauh dari bangunan panti asuhan. Pertama, untuk setingkat Taman Kanak-Kanak (TK), kedua Madrasah Tsanawiyah, dan ketiga, Madrasah Aliyah Industri (MAI).

Sedangkan untuk Madrasah Ibtidaiyah sekelas Sekolah Dasar, posisinya berada di area bawah, berjarak sekitar 50-100 meter dari titik bangunan panti asuhan yang terbakar.

"Tak ada belajar. Ya gini-gini aja, duduk. Kemarin juga, kan masih berduka," kata siswi kelas 2 MTs Aljabar, Putri, membenarkan tak ada proses belajar yang serius di hari itu.

Putri memang tak menjadi korban kebakaran. Namun dia ikut berempati atas insiden yang menimpa kawan-kawannya di panti asuhan milik yayasan Profesor Syamsuddin tersebut.

Di bangunan yang terbakar itu, sudah menjadi rumah bagi kawan-kawannya. Di sanalah mereka tidur, dan menghabiskan waktu selain di sekolah dan di masjid.

"Itu kawan-kawan lagi cari baju yang sesuai dengan mereka," ujarnya.

Akibat insiden kebakaran itu juga, ruang kelas 1 di bangunan MTs, diperuntukkan menyimpan pakaian layak pakai yang dikumpulkan dari bantuan para penyumbang. Jika tidak ada insiden kebakaran, mestinya Putri dan kawan-kawannya menjalani ujian mid semester.

"Ujian mid semesternya diundur. Senin baru ujian lagi," ujarnya.

Baca: Ratusan Hektar Lahan Berubah Jadi Hutan Lindung, Masyarakat Gugat Pemerintah

Baca: Bantuan Terus Mengalir ke Korban Kebakaran Panti Asuhan Aljabar Bengkong

Baca: Bantu Korban Kebakaran di Bengkong Aljabar, Dinsos Batam Dirikan Tenda dan Dapur

Tak hanya di ruang kelas 1 bangunan MTs, dua ruangan di bangunan TK juga diperuntukkan sebagai kamar tidur bagi santriwan-santriwati yang tinggal di panti asuhan dan pondok pesantren Aljabar, selepas bangunan yang mereka tempati menjadi puing-puing akibat kebakaran.

Satu ruangan lagi, sebagai tempat menyimpan logistik.

"Santri-santri kami tetap tinggal dan bersekolah di sini," kata seorang pengurus sekolah di yayasan itu.

Proses belajar-mengajar siswa yang sedikit terganggu ini juga dibenarkan, Asnawi, Kepala MI Aljabar.

"Kalau di tempat kami tetap belajar seperti biasa sampai Sabtu. Di MA dan MTs ini yang mungkin agak terganggu," kata Asnawi. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved