BATAM TERKINI

Kapal Perang Angkut Logistik Pemilu ke Pulau, Intelkam Polda Lakukan Sosialisasi ke PSMTI

Kepri yang 95 persen merupakan lautan, untuk mendistribusikan logistik pemilu ke pulau terluar gunakan kapal perang.

Kapal Perang Angkut Logistik Pemilu ke Pulau, Intelkam Polda Lakukan Sosialisasi ke PSMTI
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
AKBP Sudarminto dalam sosialisasi bersama PSMTI di hotel Planet Holiday Batam, Kamis (18/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang 95 persen merupakan lautan, untuk mendistribusikan logistik pemilu ke pulau terluar tentunya butuh pertimbangan yang matang.

Hal tersebut disampaikan Kabag Analis Ditintelkam Polda Kepri AKBP Sudarminto dalam acara sosialisasi bersama PSMTI di hotel Planet Kota Batam, Kamis (18/10/2018).

Apalagi, berapa bulan lagi, Kepri memasuki angin utara. Untuk mengantarkan logistik tidak bisa langsung diantarkan sebelum memastikan cuaca benar-benar baik.

Baca: Cegah Kecurangan Dalam Pemilu, Pengiriman Logistik ke Pulau Terluar Gunakan Kapal Perang

Baca: Peluang Timnas U19 Indonesia Lolos Perempat Final AFC U19. Ini Hitung-hitungannya

Baca: Cegah Kecurangan Dalam Pemilu, Pengiriman Logistik ke Pulau Terluar Gunakan Kapal Perang

"Kerawanannya nanti disana. Apalagi untuk mengantarkan itu, harus transit dibeberapa tempat. Tentunya harus dijaga ketat. Belum lagi faktor angin utara yang membuat cuaca tidak menentu," sebutnya.

Memang itu semua adalah tugas dan tanggung jawab pihak KPU dan Bawaslu. Namun jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pastinya polisi yang akan mendapat imbasnya.

Maka dari itu, sejak dini polisi sudah mulai melakukan pertimbangan kerawanan-kerawanan yang kemungkinan akan terjadi.

"Nah jika tidak memungkinkan untuk pengantaran logistik karena cuaca, kita akan meminta bantuan dengan kapal perang. Nantinya kapal perang yang akan mengantarkan logistik ke pulau-pulau terluar," sebutnya.

Bukan hanya permasalahn pengantaran logistik saja, Menurut Sudarminto permasalahan di perbatasan juga kepada pengetahuan masyarakatnya. Kebanyakan masyarakat tidak mengetahui siapa yang akan mereka pilih.

Karena itu pemahaman ini juga harus diberikan kepada masyarakat di sana. "Sekarang ini masyarakat di sana bukan hanya tidak tahu bagai mana proses pemilihan, siapa yang akan mereka pilih mungkin mereka juga tidak tahu," tegasnya.(*)

Penulis:
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved