Internasional Dragon Boat Race 2018

Wanita Singapura Peserta Dragon Boat Surprise Lomba di Tanjungpinang. Bandingkan di Negaranya

Dari sekian banyak peserta yang mayoritas pria, ada sosok wanita yang menarik perhatian. Dialah Asniza (43) peserta tim PDHZ asal Singapura.

Wanita Singapura Peserta Dragon Boat Surprise Lomba di Tanjungpinang. Bandingkan di Negaranya
peserta dragon boat race asal Singapura 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Internasional Dragon Boat Race 2018 di Sungai Carang Tanjungpinang memasuki hari ke-2 pada Sabtu (20/10/2018).

Perebutan delapan besar berlangsung sangat ketat oleh 41 tim peserta lomba. Delapan tim itu akan berlomba pada laga final, Minggu (21/10/2018).

Dari sekian banyak peserta yang mayoritas pria, ada sosok wanita yang menarik perhatian. Dialah Asniza (43) peserta tim PDHZ asal Singapura. Dia satu-satunya peserta perempuan dalam Dragon Boat Race.

Baca: Wisatawan Asing Incar Ayam Penyet, Pedagang Raup Untung di Internasional Dragon Boat Race

Baca: Batam Optimis Menang Dragon Boat Race Tanjungpinang

Baca: Lantamal IV Tanjungpinang Kirim Tim Dayung Dragon Boat Internasional ke Padang

Asniza mengaku sudah beberapa kali mengikuti Lomba Dragon Boat di Kota Tanjungpinang, bahkan sejak lomba ini pernah diadakan di Tepi Laut.

peserta dragon boat saat memacu boatnya.
peserta dragon boat saat memacu boatnya. ()

Namun, perlombaan kali ini sangat menantang. Sebab, dia bersama timnya harus berpacu boat melawan tim lainnya. Tantangan ini jarang dia jumpai di negerinya.

"Kalau di negri kami perempuan yang ikut dragon boat ini ramai peminat. Tapi melihat kumpulan-kumpulan lain sangat sepi bahkan tak ade peserta perempuan," ujar Asniza kepada TRIBUNBATAM.id.

Wanita itu mengaku dragon boat race tahun ini berbeda dari setiap lomba di kota-kota lain. Sebab, ada banyak permainan rakyat itu dihadirkan untuk memeriahkan perlombaan tersebut.

"Saye rase gelaran tahun ini seronok sangat dengan adenya permainan rakyat dan musik. Kalau di negeri kami singapura, hanya dragon boat saja, tak semeriah ini," ungkapnya.

Bersama timnya, perempuan yang suka akan makanan khas Indonesia nasi padang ini berencana akan mengunjungi Pulau Penyengat. Sebab, dia tahu tempat itu merupakan situs sejarah bangsa Melayu.

"Sebab pulau tu terkenal. Saye dengar banyak sejarah, tak pernah pergi, jadi kita semua ingin lihat-lihat di sana," aku wanita berhijab ini. (thomm limahekin)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved