Sedang Tertidur, Wanita Ini Dilecehkan di Pesawat dalam Penerbangan ke Bali

Seoang wanita yang tertidur dalam penerbangan Singapore Airlines (SIA) mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria yang duduk di kursi sebelahnya

Sedang Tertidur, Wanita Ini Dilecehkan di Pesawat dalam Penerbangan ke Bali
istimewa
Ilustrasi/Penumpang tidur di pesawat 

TRIBUNBATAM.id - Seoang wanita yang tertidur dalam penerbangan Singapore Airlines (SIA) mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria yang duduk di kursi sebelahnya.

Dikutip dari World of Buzz (20/10/2018), wanita berusia 31 tahun yang tidak disebutkan namanya itu naik pesawat dari Bengluru, India, menuju Bali dan transit di Singapura pada 1 Oktober 2018.

Saat ia tidur dalam pesawat dan berselimut, bagian sensitifnya disentuh oleh pelaku bernama Ravichandran Vignesh.

Baca: Warga Karimun Dilaporkan Meninggal Keracunan di Malaysia. Jenazah Masih Disimpan di RSU Kuching

Baca: AFC U19 2018 - Prediksi Taiwan vs UEA; Tekad UEA Kunci Tiket Lolos ke Perempatfinal

Baca: Link Live Streaming Qatar vs Indonesia di Piala Asia U19 2018, Minggu Malam Ini. Kick Off 19.00 WIB

Wanita ini lantas terbangun dan berteriak pada pelaku.

Tetapi, pelau cepat-cepat melepaskan tangannya dan berpura-pura tidur.

Wanita ini kemudian meminta berpindah tempat duduk dan diperbolehkan oleh awak pesawat karena ada kursi yang kosong.

Korban ini lantas melaporkan insiden tersebut ke Divisi Polisi Bandara keesokan harinya.

Tiga hari kemudian, dalam pernerbangan kembali dari Bali, pelaku yang berusia 23 tahun ditangkap saat transit di Singapura.

Pelaku mengaku bersalah atas tuduhan pelecehan dengan alasan dia mabuk dan tergoda.

Namun, dia juga mengatakan kepada polisi dirinya berasal dari keluarga miskin dan baru pertama kali naik pesawat.

Dia, juga mengatakan tidak tahu hukum di Singapura sembari meyakinkan polisi tidak pernah melakukan tindakan tidak senonoh di negara asalnya, India.

"Saya tidak tahu hukum Singapura. Saya belum pernah melakukan ini di rumah di India sebelumnya, ujarnya dikutip dari Yahoo News.

“Saya tidak akan menyentuh wanita lagi. Saya tidak akan bepergian ke luar negeri lagi. Saya tidak akan kembali ke Singapura lagi. ”

Pelaku memohon kepada polisi untuk dikirim kembali saja ke negaranya.

Tetapi, pelaku akhirnya divonis enam bulan penjara di Singapura atas kejahatannya itu. (*)

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved