Hari Santri

Ini Sosok yang Bikin Prabowo-Sandiaga Pakai Sarung di Hari Santri

Calon presiden dan calon wakil presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tampak mengenakan

Ini Sosok yang Bikin Prabowo-Sandiaga Pakai Sarung di Hari Santri
Surya/Sutono
Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang keduanya memakai sarung saat diterima Gus Sholah dikediaman Gus Solah, dan Prabowo-Sandi saat ziarah di makam Gus Dur, didampingi Gus Solah 

TRIBUNBATAM.id - Calon presiden dan calon wakil presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tampak mengenakan busana yang seirama kala memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Senin (22/10/2018).

Keduanya terlihat mengenakan pakaian kombinasi atasan koko putih dengan sarung hijau.

Hal ini dikenakan di antaranya kala melakukan ziarah bersama ke makam pendiri organisasi islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) yakni Syekh KH Hasyim Asy'ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

 
Di dalam prosesi ziarah tersebut, keduanya didampingi oleh cucu Syekh Hasyim Asy'ari yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah.

KH Ahmad Ainur Rofiq yang merupakan pengajar senior Ponpes Tebuireng terlihat memimpin doa, tahlil, dan shalawat bersama di depan makam Syekh Hasyim Asy'ari.

Tak hanya berziarah ke makam Syekh Hasyim Asy'ari, mereka pun juga melakukan ziarah ke makam Kyai Wahid Hasyim serta mantan Presiden Republik Indonesia ke 4 yakni KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur yang berada dalam satu kompleks Ponpes Tebuireng tersebut.

Usai berziarah, Prabowo dan Sandi yang didampingi oleh Gus Solah serta para rombongan juga menaburkan bunga diatas makam para tokoh dan pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Sandiaga menyebut bahwa pakaian yang ia gunakan sebagai bentuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat. Sebab, pakaian ini merupakan pakaian yang khas dengan santri.

"Ini sarung khas santri, kami disarankan oleh Gus Sholah untuk berganti. Hal ini sekaligus bentuk komitmen kami untuk mendukung ekonomi rakyat dan umat. Ini sebagai bentuk komitmen kami mendorong ekonomi umat," tegas Sandi pada TribunJatim.com, Senin (22/10/2018).

Hal senada dikatakan oleh Prabowo. Menurutnya, kunjungannya pada hari ini ke Pondok Pesantren Tebuireng sebagai bentuk silaturahmi dengan para pengasuh Ponpes. Yang kemudian diisi dengan berziarah ke makam para tokoh dan pendiri Nahdlatul Ulama.

Hal ini sekaligus melakukan napak tilas mengenang resolusi jihad sebagai langkah mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh Syekh Hasyim Asy'ari dan tokoh ulama islam lainnya dengan melawan para penjajah.

Baca: 3 Amunisi Baru Persib Hadapi PSM Makassar, Mario Gomez Siap Rebut Lagi Puncak Klasemen

"Hari ini adalah hari santri nasional dimana mengenang bahwa pernah lahir sebuah resolusi jihad untuk mendukung kemerdekaan dan itu bagian dari pertempuran 10 november. Jadi menurut kami peristiwa oktober dan november 1945 adalah bagian penting dalam sejarah kita. Memang 17 Agustus itu adalah proklamasi tetapi ujian kemerdekaan itu ya di Jawa Timur ini pada oktober dan november 1945," papar Prabowo pada TribunJatim.com.

Prabowo menjelaskan, dengan keluarnya sebuah resolusi jihad yang dilontarkan oleh KH Hasyim Asy'ari pada 22 oktober 1945 lalu merupakan dorongan yang kuat untuk memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan itu adalah ujian terberat bangsa Indonesia pasca kemerdekaan.

"Dan resolusi jihad itu adalah bukti bahwa ulama adalah pejuang kebangsaan pejuang kemerdekaan, dan ini sekaligus untuk mengingatkan generasi muda bahwa ulama memiliki peran penting dalam memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini sangat penting dan saya merasa sangat dihormati saya bisa hadir di sini pada hari ini," tandasnya. (bob/Hanif Manshuri)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved