Listrik di Tarempa Sering Padam Pagi Hari, Ibu Rumah Tangga: Macam Mana Mau Masak Nasi

Pemadaman listrik yang biasa terjadi pada pagi hari di saat orang memulai aktivitas, begitu dikeluhkan warga.

Listrik di Tarempa Sering Padam Pagi Hari, Ibu Rumah Tangga: Macam Mana Mau Masak Nasi
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Suasana aktivitas warga Tarempa saat listrik padam, Selasa (20/12/2016) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Listrik di Tarempa dan sekitarnya kembali berulah. Pemadaman listrik yang biasa terjadi pada pagi hari di saat orang memulai aktivitas, begitu dikeluhkan warga.

Kondisi ini diakui Niar, salahseorang warga Tarempa sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, listrik biasa pada pada dini hari menjelang waktu subuh dan pagi hari.

"Yang buat kesal itu seringkali padam pada pagi hari. Seperti tadi pagi. Bisa pula padam sekitar pukul enam dan pukul tujuh pagi," katanya saat ditemui Senin (22/10/2018).

Ibu satu orang anak ini mengatakan, padamnya listrik pada pagi hari itu jelas mengganggu aktivitasnya di pagi hari. Mulai dari memasak nasi, sampai mencuci baju terpaksa tertunda akibat padamnya listrik itu.

"Orang mau masak nasi jadi tertunda. Mau cuci baju terpaksa pakai tangan. Untung baju anak sekolah dan suami sudah disetrika satu hari sebelumnya. Kalau tidak, apa tidak tambah pusing," ungkapnya.

Manager Unit Pelayanan Pelanggan PLN Anambas, Jaswir kepada sejumlah awak media mengatakan, pemadaman listrik terpaksa dilakukan karena ada gangguan jaringan yang biasa dilalui oleh sejumlah binatang seperti tupai, kelelawar termasuk ranting pohon.

‎Sebagian besar kabel yang melintang serta melayani rumah-rumah penduduk melewati area perkebunan dan hutan.

"Ada sekitar 12 kilometer jarak dimana tidak ada pemukiman penduduk dan sangat rawan terjadi gangguan di sekitar Desa Rintis Kecamatan Siantan," ungkapnya.

Ia pun menegaskan kalau daya kapasitas mesin saat ini masih memadai untuk mencukupi kebutuhan listrik. ‎

Saat ini, terdapat 9.100 pelanggan PLN yang tersebar di Anambas, dimana untu Sub Rayon Tarempa mencapai 4.600 pelangan.

Kemudian, Sub rayon Ladan sebanyak 2.300 pelanggan, serta Sub rayon Letung sebanyak 1.850 pelanggan.‎ "Kami meminta maaf bila ada pelangan yang tidak merasa nyaman dengan pelayanan yang kami berikan," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved