TANJUNGPINANG TERKINI

Dokter PNS di Kepri Penganiaya Bidan Tak Ditahan. Polisi: Dia Masih Banyak Urus Pasien

Sekarang tersangka sedang memiliki sejumlah pasien. Penyidik mempertimbangkan untuk tidak melakukan penahanan," ungkapnya.

Dokter PNS di Kepri Penganiaya Bidan Tak Ditahan. Polisi: Dia Masih Banyak Urus Pasien
ilustrasi dokter

TRIBUNBATAM.ID - Jajaran Kepolisian Polresta Tanjungpinang hingga kini tidak menahan dokter Yusrizal meski ia sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pidana terhadap bidan W.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, Selasa (23/10) mengungkapkan, Polres Tanjungpinang mempertimbangkan pelaku tidak ditahan dengan alasan bahwa ia sebagai dokter yang tengah memiliki sejumlah pasien.

"Sekarang tersangka sedang memiliki sejumlah pasien. Penyidik mempertimbangkan untuk tidak melakukan penahanan," ungkapnya, Selasa (23/10/2018).

Baca: Bidan W Pingsan 3 Jam di Rumah Dokter Yusrizal, Apa yang Terjadi? Ini Kata Polisi

Baca: Panik Dikira Bidan W Mati, Ini Alasan Dokter Yusrizal Beri Suntikan Hingga 56 Kali

Baca: Masih Main-main Sebarkan Hoax? Dengan Metode Ini Akun FB Palsu Pun Terlacak

Dokter Yusrizal ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan atas laporan bidan W, rekan kerjanya yang tidak terima disuntik 56 kali hingga pingsan. Dokter yang berstatus PNS itu ditetapkan tersangka penganiayaan.

Kepada polisi Yusrizal mengaku saat itu dirinya panik lantaran melihat bidan W pingsan usai diberikan suntikan vitamin C. Ialalu menyuntik lebih lanjut hingga 56 kali di dalam rumahnya.

Meski demikian pengakuan pelaku itu dianggap tidak masuk akal. Pihaknya masih melakukan menyelidiki atas pengakuan tersebut.

Mengenai kandungan zat apa yang disuntikkan kepada korban, Satreskrim masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Pengkuan si dokter, yang disuntikkan itu adalah vitamin C.

"Masih kita dalami itu. Kemungkinan malapraktek juga masih didalami,” ungkapnya.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved