Mendengkur saat Tidur Bisa Mengancam Nyawa Sendiri, Ini Cara Mencegahnya

Hasil menunjukkan bahwa mereka yang mendengkur memiliki intima-media yang jauh lebih tebal dibandingkan mereka yang tidak mendengkur

Mendengkur saat Tidur Bisa Mengancam Nyawa Sendiri, Ini Cara Mencegahnya
Kompas.com
Jangan pernah anggap remeh penyakit ini. Sleep apnea yang tidak dirawat bisa menjadi satu faktor risiko menderita penyakit jantung. 

TRIBUNBATAM.id-Kebiasaan mendengkur atau ngorok saat tidur ternyata merupakan tanda masalah kesehatan pada tubuh Anda.

Buruknya lagi, mendengkur juga bisa mengganggu keharmonisan Anda dengang pasangan Anda saat tidur malam.

"Mendengkur lebih dari sekadar hal yang menganggu orang di sekitar kita saat tidur dan sebaiknya tidak diabaikan. Penting untuk mengonsultasikan hal ini ke dokter, sebab mereka yang mendengkur mungkin menderita apnea tidur atau tekanan darah tinggi," kata pakar kesehatan Ari Widodo, mantan Deputy Medical Director di SOS International Indonesia seperti dilansir dari Tribunnews.

Apnea tidur bukan suatu kondisi yang sepele, sebab bisa mengancam nyawa penderitanya terutama apnea tidur obstruktif.

Pada kondisi ini saluran napas tertutup sementara waktu yang membuat penderitanya mendengkur keras dan berhenti bernapas.

Mereka dengan apnea tidur obstruktif parah dan tidak mendapatkan pengobatan berisiko mengalami kematian dini dalam tidurnya.

Baca: Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan Minta Diperiksa Malam Hari

Baca: Setiap Rumah Miliki Taman Belakang, Cluster King Selebriti 2 Residence Bisa Dicicil 80 Kali

Baca: 5 Fakta Dian Sorowea, Penyanyi Lagu Karna Su Sayang yang Di-cover Via Vallen

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan Henry Fort Hospital di Detroit, Amerika Serikat, mendengkur bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena trauma, peradangan, atau penebalan arteri karotid.

Ternyata getaran dengkuran yang bukan apnea tidur dapat menyebabkan trauma dan peradangan pada arteri karotid.

Tidak hanya itu, 54 pasien yang menjalani survei mengenai kebiasaan mendengkurnya dan menjalani duplex ultrasound pada arteri karotid untuk mengukur ketebalan intima-media pada arteri karotid.

Hasil menunjukkan bahwa mereka yang mendengkur memiliki intima-media yang jauh lebih tebal dibandingkan mereka yang tidak mendengkur. Ketebalan ini merupakan salah satu indikasi pertama penyakit arteri karotid.

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved