TANJUNGPINANG TERKINI

Ingin Punya Android, Ini 6 Fakta Dibalik Penggrebekan 4 Cewek ABG Pemandu Karaoke

Penggrebekan ABG di bawah umur di Hotel Harmoni, Tanjungpinang, Selasa (23/10/2018), malam membuat heboh warga Tanjungpinang.

Ingin Punya Android, Ini 6 Fakta Dibalik Penggrebekan 4 Cewek ABG Pemandu Karaoke
Tribun Batam/Wahib Wafa
Empat remaja wanita saat diserahkan Satpol PP Kota Tanjungpinang ke Dinas Pemberdayaan Wanita dan Remaja. 

Ingin Punya Android, Ini 6 Fakta Dibalik Penggrebekan 4 Cewek ABG Pemandu Karaoke

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Penggrebekan ABG di bawah umur yakni 4 wanita dan 2 pria di Hotel Harmoni, Tanjungpinang, Selasa (23/10/2018), malam membuat heboh warga Tanjungpinang.

ilustrasi handphone (HP)
ilustrasi handphone (HP) ()

Keempat ABG wanita itu diamankan oleh Satpol PP Tanjungpinang di sebuah tempat karaoke dan diduga berperan sebagai pemandu karaoke di hotel Harmoni Tanjungpinang bersama dua pria yang masih berstatus pelajar di sebuah SMA di Tanjungpinang.

Baca: Empat Wanita ABG Bantah Layani Hasrat Liar di Ruang Karaoke. Ini yang Mereka Lakukan

Baca: Satu Keluarga Tewas dengan Luka Tembak, Beredar Foto Jasad Fransiskus Pegang Pistol Revolver

Baca: 5 Fakta Dian Sorowea, Penyanyi Lagu Karna Su Sayang yang Di-cover Via Vallen

Baca: VIRAL. Hanya Tiga Hari! Promo KFC Big 5, Lima Potong Ayam Rp 50 Ribuan

Setelah diamankan, fakta-fakta lain mencuat di balik penggerebekan enam remaja bawah usia 17 tahun di Hotel Harmoni Tanjungpinang, tersebut.

Fakta-fakta tersebut terungkap setelah empat remaja dan dua remaja laki-laki itu mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang.

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang Ahmad Yani mengungkap beberapa fakta tersebut kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (24/10/2018) siang. Berikut 6 fakta dibaliknya:

1. Berasal dari keluarga miskin
Keempat remaja ini rata-rata berasal dari keluarga miskin. Kondisi rumah dan keluarganya ini baru diketahui setelah DP3APM Kota Tanjungpinang mendatangi rumah mereka.

2. Ingin punya Android
Pengaruh gaya hidup yang ingin memiliki barang-barang semisal Android dan lain-lain mendorong keempat remaja wanita ini menjadi pemandu karaoke. Mereka bahkan mencari dan menawarkan diri sendiri kepada para pria hidung belang.

3. Tetapkan tarif tinggi
Biaya dipatok untuk menemani karaoke ria para pria hidung belang lumayan tinggi. Bahkan tarifnya mencapai Rp 1,2 juta untuk sekali menjadi pemandu karaoke sampai seluruh pelayanan lainnya.

4. Ada yang tak pulang setahun terakhir
Keempat remaja perempuan itu rata-rata sudah meninggalkan rumahnya. Ada yang enam bulan tidak pulang ke rumah. Bahkan ada pula sampai setahun belum pulang juga ke rumah. Mereka umumnya tinggal di rumah kawan, selain di kamar hotel bookingan.

Sedangkan remaja pria yang masih sekolah pada sebuah SMA di Tanjungpinang baru empat hari tidak pulang ke rumah. Pengaduan orang tua remaja laki-laki inilah yang menjadi awal penggerebekan tersebut.

5. Orangtua Ngaku Menyerah
Baik remaja perempuan maupun laki-laki sudah dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Orang tua remaja perempuan itu mengaku sudah menyerah mengurus anak-anaknya itu.

6. Mendapat pendampingan psikolog
DP3APM Kota Tanjungpinang memakai jasa psikolog untuk mendampingi para remaja tersebut. Mereka akan dikontrol dan didampingi secara berkala oleh psikolog. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved