Kerap Kebanjiran, Dinas PUPR Bintan Gesa Pembangunan Drainase di Kawasan Ibukota Bintan

Dinas PUPR Bintan menggesa pembangunan saluran drainase kawasan jalan pusat pemerintahan ibukota Bandar Seri Bentan.

Kerap Kebanjiran, Dinas PUPR Bintan Gesa Pembangunan Drainase di Kawasan Ibukota Bintan
TRIBUNBATAM.id/Amin
Pekerja proyek saluran drainase ibukota Bandar Seri Bentan tengah berjibaku bekerja, Jumat (26/10/2018). 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan tengah menggesa pembangunan saluran drainase kawasan jalan pusat pemerintahan ibukota Bandar Seri Bentan.

Proyek saluran yang dikerjakan ini terentang dari pusat persimpangan Ibukota Bandar Seri Bentan hingga depan kantor bupati bintan.

Dari pengamatan Tribun, saluran drainase telah dikerjakan sepekan lamanya. Seorang pekerja mengatakan, sempat terjadi pergantian pekerja untuk saluran tertentu akibat sulitnya pengerjaan di bagian pembagian batu miring.

"Kemudian kita gantikan, dan kini sudah bisa jalan lagi,"kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan Juni Rianto mengatakan, saluran drainase yang dibangun sepanjang 1.270 meter dengan dimensi bervariasi.

"Ada 1,5 X 1,5 meter, 1 x 1 meter, 0,8 x 1 meter dan saluran precase (beton) ukuran 60 centimeter. Namun dalam pelaksanaan volume panjang 1900 m dan ada perbaikan Cco volume sehingga panjang penanganan menjadi 2145 meter,"kata Juni Rianto.

Di plang informasi proyek, tertulis pengerjaan kan berlangsung selama 125 hari. Namun akibat adanya penyesuaian baru proyek, pengerjaan kemudian ditambah menjadi 135 hari.

Pelaksana proyek saluran drainase ibukota kabupaten ini adalah PT Arshy Citra Kamato. Perusahaan kontraktor umum ini beralamat di Padang, Jalan Seranti No 5 Air Tawar Timur, Padang, Sumatera Barat.

Menurut Juni Rianto, proyek saluran drainse yang digesa saat ini penting untuk melancarkan air ke pembuangan sekalian agar tidak terjadi penggenangan.

"Jadi kita harapkan, lewat pengerjaan saluran drainase ini diharapkan kondisi genangan yang serung terjadi saat musim hujan dapat teratasi,"kata Juni.

Sebelumnya, kondisi area perkantoran kabupaten di Ibukota kerap dilanda genangan besar setiap turun hujan. Hal itu disebabkan akibat buruknya saluran drainse kawasan ibukota Bandar Seri Bentan.

Baca berita terkait di Tribun Batam, edisi Sabtu ( 27/10/2018)

Penulis: Aminnudin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved