OTT KPK

Terkait OTT Kalteng, KPK Imbau Manager Legal Anak Usaha Sinar Mas Serahkan Diri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Teguh Dudy Syamsuri Zaldy, Manager Legal anak perusahaan Sinar Mas Group menyerahkan diri.

Terkait OTT Kalteng, KPK Imbau Manager Legal Anak Usaha Sinar Mas Serahkan Diri
Kompas TV/Repro
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Teguh Dudy Syamsuri Zaldy, Manager Legal anak perusahaan Sinar Mas Group menyerahkan diri.

Teguh terlah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap kepada anggota DPRD Kalteng yang ditangkap sepanjang Jumat (26/10/2018).

Dalam OTT tersebut, 14 orang ditangkap KPK di Jakarta, sebagian adalah anggota DPRD Kalteng yang diduga menerima suap bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lingkungan hidup di provinsi tersebut.

"Kepada Teguh Dudy Syamsuri Zaldy, Manager Legal PT Binasawit, kami imbau agar menyerahkan diri ke KPK. Penyidik akan mengagendakan pemeriksaan awal pada Senin depan," kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10/2018).

Teguh Dudy Syamsuri Zaldy diduga sebagai pihak pemberi dalam kasus ini.

Baca: KPK Tangkap Anggota DPRD Kalteng di Jakarta, Terkait Fee Perkebunan

Baca: Sepanjang Jumat Keramat, KPK OTT 14 Orang, Termasuk Anggota DPRD Kalimantan Tengah

Baca: KPK Warning Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal Kasus Suap Meikarta. Ada Apa?

PT BAP merupakan anak perusahaan PT Sinar Mas Agro Rersources and Technology (SMART).

Diawali Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (26/10/2018), KPK menetapkan empat anggota DPRD Kalteng sebagai tersangka suap dari perusahaan sawit terkait pembuangan limbah pengolahan sawit.

Empat angota DPRD yang menjadi tersangka adalah Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalten Punding LH Bangkan, dan dua anggota Komisi B DPRD yakni Arisavanah dan Edy Rosada.

KPK juga menetapkan tersangka para pemberi suap yakni, Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) atau Wadirut PT SMART, CEO PT BAP wilayah Kalimantan Tengah bagian utara, Willy Agung Adipradhana dan Manajer Legal PT BAP, Teguh Dudy Syamsury Zaidy.

Keempat anggota DPRD diduga menerima uang Rp 240 juta dari penyuap.

Para anggota DPRD Kalteng penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara para tersangka pemberi suap disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "KPK Imbau Manager Legal Anak Usaha Sinar Mas Serahkan Diri"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved