TANJUNGPINANG TERKINI

Pencarian Balita Hanyut di Tanjungpinang Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Basarnas

Standar operasional pencarian korban Eko menyebutkan akan dilaksanakan hingga 7 hari ke depan. Hal itu sesuai SOP pencarian.

Pencarian Balita Hanyut di Tanjungpinang Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Basarnas
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFFA
Ratusan warga ikut mencari bocah hilang yang diduga hanyut, Selasa (30/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Latifa anak balita belum juga ditemukan oleh oleh sejumlah anggota personel gabungan. Baik Basarnas Tanjungpinang, Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu masyarakat hingga kini masih melakukan pencarian, jalan Kuantan, Gang Ledeng Tanjungpinang Timur.

Jarak lokasi pencarian dilakukan oleh Basarnas dan unsur SAR gabungan mencapai 3 kilometer dari titik lokasi hilangnya Latifa.

Seperti diketahui anak tersebut hanyut setelah masuk ke dalam selokan atau parit kecil di belakang rumahnya saat hujan turun.

"Kita lakukan pencarian dari titik terjauh. Karena lokasi hilangnya korban terbawa arus air hujan yang cukup kencang. Sehingga pencarian dilakukan dari jarak Terjauh arus sungai menunju ke lokasi terdekat, dengan lokasi kejadian," kata Kepala seksi operasi Basarnas Tanjungpinang Eko Supriyanto dikonfirmasi saat turun langsung melakukan pencarian, Selasa (30/10/2018).

Lebih dari 60 orang, yang merupakan gabungan dari semua unsur SAR turun ke lokasi saluran sungai kecil. Apa yang menjadi kesulitan sejak kejadian pukul 14.00 WIB.

"Tidak ada kesulitan. Karena ini kan ke semak-semak bakau. Jadi butuh proses mungkin nyangkut di ranting atau dimana masih terus kita upayakan," tuturnya lagi.

Baca: BALITA HANYUT di TANJUNGPINANG - Berdua di Rumah, Sang Kakak Lihat Adiknya Tercebur Parit dan Hanyut

Baca: Ayah dari Anak yang Hanyut di Parit Ikut Lakukan Pencarian

Baca: Basarnas, Polisi dan Ratusan Warga Ikut Melakukan Pencarian Anak yang Hanyut

Sedangkan itu proses pencarian apakah akan dilanjutkan hingga malam hari, Eko belum bisa memastikan.

"Kita lihat kondisinya seperti apa nanti. Bisa kita lakukan pencarian atau kita hentikan dan melanjutkan besok pagi," ungkapnya.

Standar operasional pencarian korban Eko menyebutkan akan dilaksanakan hingga 7 hari ke depan. Hal itu sesuai SOP pencarian.

Namun jika ada informasi ditemukan dalam kurun waktu lebih dari 7 hari, pihaknya akan terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi bersama puluhan anggotanya turun langsung menyusuri ke semak bebakauan. Hingga berita ini dikirimkan, belum ditemukan korban.

"Kita berbela sungkawa. Kita belum bisa menemukan hari ini. Tadi sudah kita susuri bakau bakau-bakau. Instruksi dari Basarnas Tanjungpinang, Besok dilanjutkan pukul 07.30 WIB. Hari ini kita berhenti dulu lanjutkan besok pagi," kata Ucok. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved