LION AIR JATUH

Lion Air Jatuh - Satu Jenazah Korban JT 610 Dikenali Atas Nama Jannatun Cintya Dewi

Jannatun Cintya Dewi adalah warga kelahiran Sidoarjo 12 September 1994, sekaligus pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Lion Air Jatuh - Satu Jenazah Korban JT 610 Dikenali Atas Nama Jannatun Cintya Dewi
TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci
Tim Disaster Victim Investigation berhasil mengidentifikasi seorang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 dari kantong jenazah nomor DVI 00/LION-TJ PRIOK/0010 atas nama Jannatun Cintya Dewi saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Tim DVI RS Bhayangkara Mabes Polri berhasil mengidentifikasi satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh, Senin (29/10/2018) pagi.

Bersama Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri, jenazah itu dikenali bernama Jannatun Cintya Dewi, warga asal Sidoarjo, Jawa Timur.

Jannatun Cintya Dewi adalah warga kelahiran Sidoarjo 12 September 1994, sekaligus pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Korban yang masih berusia 24 tahun, merupakan anak dari pasangan Bambang Supriyadi dan Surtiem yang beralamat Dusun Prumpon, RT 1 RW 1, Sukodono, Jawa Timur.

"Dari 24 kantong yang kami terima, ada satu kantong, tepatnya kantong bernomor Reg 00 lion tanjung priok/0010/xxx/201," ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Irjen Pol Arthur Tampi di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Baca: Serasa Naik Roller Coaster, Ini Pengakuan Penumpang Lion Air PK-LQP Denpasar-Jakarta Minggu (28/10)

Baca: Pesawat Naik Turun & Berguncang, Penumpang Lion Air JT610 Denpasar-Jakarta (28/10) Mengaku Histeris

Baca: Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana Menangis saat Minta Maaf pada Keluarga Korban

Arthur mengatakan dilakukan perbandingan dengan sidik jari dari satu telunjuk yang kondisinya bagus dengan sidik jari di E-KTP milik korban dan akhirnya teridentifikasi.

"Dan itu menjadi satu bagian tak terpisahkan. Syukur Alhamdulillah ini akan menjadi lebih baik," tambahnya.

Dari sana, dikatakan Arthur, juga dilakukan perbandingan dengan antemortem berupa foto ijazah dan foto selfie yang telah diserahkan oleh keluarga.

"Kami yakini karena tidak ada satu pun yang sidik jarinya sama, sudah teruji internasional, identitas ini benar," pungkasnya.

Sementara itu, seorang kerabat di rumah Jannatun Cintya Dewi membenarkan kabar tersebut.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved