TANJUNGPINANG TERKINI

Miliki Bukti Foto dan Video, Ini Alasan Jodi Polisikan 8 Wanita yang Merobohkan Temboknya

Herman SH MH, pengacara pengusaha Jodi memberikan jawaban terkait pengrusakan tembok oleh 8 wanita yang kini berstatus sebagai tersangka.

Miliki Bukti Foto dan Video, Ini Alasan Jodi Polisikan 8 Wanita yang Merobohkan Temboknya
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFFA
Kondisi tembok yang dianggap warga menghalangi akses jalan warga yang sudah tinggal puluhan tahun di tempat tersebut. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Herman SH MH, pengacara pengusaha Jodi memberikan jawaban terkait pengrusakan tembok oleh 8 wanita yang kini berstatus sebagai tersangka.

Menurut Herman, kasus pengerusakan tersebut sudah berulang. Ia menjelaskan, sebelumnya kasus serupa telah terjadi tahun 2012.

Ia beranggapan upaya hukum menjadi satu-satunya solusi agar permasalahan seperti itu tidak terulang.

"Ini bukan yang pertama. Tahun 2012 pernah kasus seperti ini pagar dirobohkan warga. Dan kita sudah selesaikan secara kekeluargaan di Polsek Tanjungpinang Timur. Dulu Kapolseknya Pak Dadung," kata Herman dikonfirmasi Tribunbatam, Jumat (2/11/2018).

Baca: Aniaya Wanita, Pemain Persela dan Timnas Saddil Ramdani Jadi Tersangka dan Ditahan

Baca: Delapan Ibu-Ibu Jadi Tersangka Usai Bongkar Tembok Jalan. Ini Curhatan Ketua RT

Baca: Delapan Ibu-Ibu Jadi Tersangka Setelah Robohkan Tembok. Curhatannya Bikin Sedih

Baca: Delapan Ibu-Ibu Jadi Tersangka Gara-Gara Robohkan Tembok. Kapolres Pastikan Tidak Ada Penahanan

Kala itu upaya penyelesaian secara kekeluargaan sudah dilakukan.

Warga yang merobohkan pagar saat itu sudah membuat surat pernyataan.

Namun lagi-lagi Herman menyayangkan kejadian itu terulang belum lama ini.

"Kalau nggak begini efek jeranya tidak ada. Nggak selesai-selesai masalahnya. Kejadian terulang. Dan sebenarnya pak Jodi ini pengen tau siapa sebenarnya yang memprovokatori permasalahan ini. Pak Jodi pengen tau. Kalau sudah seperti ini lagi mereka ya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya lagi.

Pihaknya juga telah memiliki bukti kuat dan terdokumentasi kejadian yang saat itu berlangsung. Dan saat itu ia menceritakan warga beramai-ramai menghancurkan pagar batako yang dibuat oleh Jodi.

"Foto-foto ada semua saat merobohkan. Videonya juga ada. Warga bilang mau masuk penjara masuklah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa upaya yang dilakukan Jodi sudah sesuai aturan hukum.

Terkait klaim warga yang mengaku jika jalan itu sudah ada sebelum Jodi membeli tanah, Herman mengaku dapat membuktikan jika mang jalan itu didalam sertifikat kliennya.

"Sekarang gini saja. Jalan itu di dalam sertifikat tanah yang dibeli pak Jodi. Dulu itu pak Jodi juga beli tanah itu dari warga di situ, bukan dari siapa-siapa. Sebenarnya ini jelas tapi ada yang memprovokasi," tutupnya. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved