BATAM TERKINI

Nelayan Mengaku Ditabrak Kapal Patroli dan Ditinggal, Begini Penjelasan Pemerintah Singapura

Akhirnya Pemerintah Singapura membrikan jawaban terkait pernyataan seorang nelayan Indonesia yang mengaku ditabrak kapal Patroli Polisi Singapura.

Nelayan Mengaku Ditabrak Kapal Patroli dan Ditinggal, Begini Penjelasan Pemerintah Singapura
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Boat Marine Police Singapura yang menabrak boat nelayan Pulau Lengkang 

TRIBUNBATAM.id - Akhirnya Pemerintah Singapura memberikan jawaban terkait pernyataan seorang nelayan Indonesia (Batam) yang mengaku ditabrak oleh kapal Patroli Polisi Singapura, Rabu (31/10/2018).

Melalui pers rilis yang dikirimkan ke tribunbatam.id, Pemerintah Singapura menyatakan bahwa Polisi Singapura menyatakan tidak ada indikasi tabrakan antara patroli penjaga pantai Singapura dan kapal dari Indonesia pada tanggal 31 Oktober 2018.
‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Pihak kepolisian menjelaskan jika Rabu (31/10/2018) jam 03.04 sore, kapal patroli penjaga pantai Singapura mendeteksi adanya sekelompok sampan yang telah secara illegal memasuki dan mengambil ikan di wilayah perairan Singapura (STW) sebelah selatan pulau St. John dan kapal patroli penjaga pantai Singapura kemudian melakukan pengejaran.

Baca: Biasa Mancing di Perbatasan, Simak 7 Fakta Nelayan Batam Ditabrak Kapal Patroli Polisi Singapura

Baca: Soal Nelayan Ditabrak Polisi Singapura dan Ditinggal, Begini Penjelasan Polairud Polda Kepri

Baca: Segera Jalani Operasi, Nelayan Batam yang Ditabrak Kapal Polisi Patroli Singapura Masih Trauma

Baca: Minta Tanggung Jawab, Nelayan Datangi Konsulat Singapura Terkait Tindakan Marine Police Singapura

Kapal patroli Singapura mengetahui bahwa salah satu sampan terbalik di dalam area STW.

Petugas patrol Singapura kemudian melihat sampan lain berusaha membantu sampan yang terbalik lalu menarik pergi sampan tersebut sebelum kapal patroli Singapura mendekat.

Petugas patroli Singapura kemudian memberikan peringatan kepada orang-orang yang berada di sampan lain untuk tidak memasuki perairan Singapura secara illegal.
‍‍‍‍‍‍ ‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Kapal patroli penjaga pantai Singapura dilengkapi dengan CCTV yang tidak menangkap gambar adanya tabrakan.

Inspeksi teknis dari kapal patroli Singapura juga tidak menangkap adanya indikasi tabrakan tersebut.
‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Polisi Singapura tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum terhadap siapa saja yang memasuki Singapura secara illegal.

Sebelumnya‍‍‍‍‍‍ diberitakan, Dian Marzuki (28) seorang nelayan asal Batam mengalami patah kaki, boat rusak hingga nyaris tenggelam saat sedang memancing di wilayah perbatasan antara Indonesia-Singapura.

Menurut teman korban yang menolong dan menyelamatkan Dian Marzuki saat mengalami kecelakaan, korban jatuh ke laut setelah ditabrak dan ditinggalkan begitu saja oleh Polisi Singapura. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved