TANJUNGPINANG TERKINI

Kampanye Stop Pernikahan Anak, Pernikahan Dini Penyebab Kematian Ibu dan Bayi

Karena menikah usia anak adalah hal yang sangat mutlak untuk ditolak, terlebih lagi Kepri yang daerahnya masih banyak yang belum tersentuh pendidikan.

Kampanye Stop Pernikahan Anak, Pernikahan Dini Penyebab Kematian Ibu dan Bayi
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Kampanye Stop Pernikahan Anak 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Kasus pernikahan dini anak-anak usia remaja di Kepri mendapat perhatian serius belakangan ini.

Ratusan pelajar yang tergabung dalam Forum Anak Kepulauan Riau menunjukkan sikap dengan menggelar Kampanye Stop Pernikahan Anak pada Minggu (4/10/2018) di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang.

Zafira Puan Adelin, seorang siswi SMPN 1 Tanjungpinang yang hadir dalam kampanye itu sempat mengungkapkan penilaiannya terkait pernikahan anak yang marak di Kepri.

Zafira mengaku banyak menemukan kasus teman sebayanya yang menikah di usia dini. Kebanyakan di antara mereka adalah karena salahnya pergaulan.

"Pacaran yang berlebihan, gak taunya nanti akhirnya terpaksa harus menikah," ujar Zafira kepada TRIBUNBATAM.id.

Sebagai salah satu pengurus Forum Anak Kepri Zafira menganjurkan seharusnya ada pendidikan yang harus ditanamkan, bukan hanya kepada sang anak tetapi juga orang tua terhadap bahaya menikah usia anak.

"Karena menikah usia anak adalah hal yang sangat mutlak untuk ditolak, terlebih lagi Kepri yang daerahnya masih banyak yang belum tersentuh pendidikan. Banyak orang belum mengerti tentang bahaya pernikahan anak," tutur Zafira lagi.

Dalam kampanye Stop Pernikahan Anak ini ratusan pelajar juga ramai-ramai menyampaikan suara hati anak. Beberapa di antaranya adalah Stop Nikah muda, Jangan Menikah Sebelum 18 Tahun, Masih Anak Jangan Punya Anak, Lejar Ijazah Bukan Buku Nikah, Kejar Prestasi Mapankan Diri, Kami Butuh Dilindungi Bukan Dinikahi, Kami Berhak Sekolah Bukan Dinikahkan, Pernikahan Anak Salah Satu Penyebab Kematian Ibu dan Bayi, Tolak Pernikahan Anak, Antar Kami ke Sekolah Bukan ke Pelaminan, Menikah Jangan Dulu Kami Masih Mau Sekolah.

Baca: Akibat Jalan Licin, Truk Bermuatan Perkakas Ini Oleng Lalu Tergelincir di Tengah Jalan

Baca: Milad ke-19, Bank Syariah Mandiri Alirkan Berkah untuk Masjid Ar-Rahim

Baca: Kapolres Tanjungpinang Turun Langsung Atasi Banjir dan Atur Laulintas

Baca: Diterjang Puting Beliung, 14 Rumah di Pulau Pecong Rusak Berat

Para pelajar tersebut berfoto sambil memegang poster dengan berbagai macam kalimat-kalimat kampanye yang kemudian membuat formasi dengan balon huruf bertuliskan Stop Pernikahan Anak.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama ini bertujuan untuk mengurangi angka perkawinan anak dan juga agar masyarakat memahami perkawinan anak merupakan bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap anak serta pelanggaran terhadap hak anak.

Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dalam sambutannya mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan anak. Faktor pertama adalah ekonomi, yang mana anak-anak yang tidak mampu dilanjutkan kependididikan sekolah, maka orang tua dengan terpaksa menikahkan anaknya.

Faktor lainnya adalah pergaulan bebas anak-anak yang berpacaran di usia muda, kemudian juga perjodohan yang dilakukan oleh orang tua sehingga belum sampai usia nikah sudah dinikahkan oleh keluarga.

"Ini perlu perhatian secara bersama, mari kita berkomitmen bersama-sama agar kedepan tidak ada lagi pernikahan anak di Kepri. Anak-anak merupakan aset sumber daya manusia provinsi Kepulauan Riau yang harus di jaga dan berpesan agar anak-anak fokus untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya," tegas Sekdaprov Kepri itu. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved