BATAM TERKINI

Apresiasi Pengungkapan OTT Pungli Labuh Jangkar, Isdianto Minta Polisi Usut Tuntas

"Kepolisian harus usut tuntas kasus yang sangat memalukan ini. Agar tidak ada yang berani coba-coba lagi," katanya, Rabu (07/11/2018).

Apresiasi Pengungkapan OTT Pungli Labuh Jangkar, Isdianto Minta Polisi Usut Tuntas
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Direktur Ditereskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur menunjukan uang barang bukti hasil OTT Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelebuhan Pulau Sambu, Senin (5/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Wakil Gubernur Kepri, Isdianto sangat mengapresiasi atas pengungkapan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Kepri dengan menjerat Totok Suranto selaku Kepala Kantor Syabandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Sambu dan Elimansyah Hia, manajer PT Garuda Mahakam Pratama sebagai tersangka.

Usai mengukuhkan relawan Sadar Lalulintas Usia Dini (Salud), Isdianto menyampaikan, mendukung polisi untuk mengungkap hingga tuntas kasus OTT tersebut.

"Kepolisian harus usut tuntas kasus yang sangat memalukan ini. Agar tidak ada yang berani coba-coba lagi," katanya, Rabu (07/11/2018).

Baca: Kasus OTT, Eliman Syah Hia dan Syahbandar Pulau Sambu Masih Jalani Pemeriksaan

Baca: Pulau Sambu Tenar Pasca OTT Syahbandar: Inilah Fakta Tampang Kota Tua Saingan Singapura

Baca: Syahbandar KSOP Sambu Kena OTT, Kutipan Uang Labuh Jangkar Liar Terkuak

Baca: OTT Syahbandar di Batam: Uang Labuh Jangkar Kapal Sempat Tak Terurus

Disebutkannya, dalam waktu dekat juga akan mengkoordinasikan dengan intansi terkait untuk duduk bersama membicarakan hal yang menjadi perhatian khusus.

"Ya secepatnya kita dudukan, dan bicarakan ini. Biar jangan sampai ini terjadi lagi. Saya sangat menyangkan sekali mengapa masih ada yang berani ya," ujarnya.

Bentuk ketegasan orang nomor dua di Kepri ini pun menyebutkan, akan membantu dan membackup pihak kepolisian dalam kasus tersebut.

"Saya kan bagian pengawasan. Tentulah kita dukung sepenuhnya, dan siap backup pihak kepolisian dalam membongkar praktek yang menyalahi aturan ini. Kita tidak akan tolerir lagi atas kasus ini, ini sangat memalukan," tegasnya. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved