BATAM TERKINI

Karyawan Minta Kenaikan Gaji Sesuai Kebutuhan Hidup Layak, Ini Tuntutan Buruh

Kebutuhan Hidup Layak menjadi salah satu faktor penting bagi serikat pekerja, untuk menuntut kenaikan UMK 2019 hingga 20 persen.

Karyawan Minta Kenaikan Gaji Sesuai Kebutuhan Hidup Layak, Ini Tuntutan Buruh
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Buruh sudah berkumpul sebelum berangkat untuk aksi di Batam Centre, Senin (7/5/2018). foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kebutuhan Hidup Layak menjadi salah satu faktor penting bagi serikat pekerja, untuk menuntut kenaikan UMK 2019 hingga 20 persen.

Ketua konsulat cabang FSPMI Batam, Alfitoni memaparkan serikat pekerja mengacu kepada UU no 13 tahun 2003 pasal 84. tentang penetapan besaran UMK.

"Kami mengacu pada UU tersebut, dimana UMK 2019 terdiri dari Kebutuhan Hidup Layak 2018 (KHL) + Inflasi + pertumbuhan ekonomi dan produktifitas," katanya.

Baca: Gaji Pegawai Tidak Tetap Dibawah UMK, Pemkab Anambas Usulkan Iuran JHT BPJS Pakai Dana APBD

Baca: Wakil Gubernur Minta Polisi Selidiki Sampai Tuntas Kasus OTT yang Libatkan Syahbandar Pulau Sambu

Baca: Elpiji Telat Masuk ke Pangkalan, Gas Melon Dijual Rp 25 Ribu. Dewan Akan Panggil Disperindag

Lanjut Alfitoni, mengacu kepada Kebutuhan Hidup Layak(KHL) 2018, KHL 2019 diperkirakan para serikat pekerja nantinya akan bertambah.

"Kita lihat saja biaya hidup selama tahun 2018, beberapa kebutuhan dinilai oleh pekerja sangat tinggi. Maka dari itu perkiraan biaya KHL 2019 pastinya akan lebih tinggi," paparnya.

Tuntutan kenaikan UMK 2019 yang mencapai 20 persen, merupakan rancangan dari perkiraan KHL 2019 yang dinilai serikat pekerja sangat tinggi.

"Intinya perkiraan kenaikan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2019 bagi para serikat kerja. Karena nantinya UMK 2019 itu akan digunakan sebagai biaya hidup pada tahun 2019," tutupnya. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved